IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Polemik Pengurus Lama Universitas PPNI Berakhir Dilaporkan ke Jalur Hukum

Avatar of Andy Yuwono
Penasihat hukum Universitas Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (UBS PPNI), Andy Irfan, saat menunjukan surat-surat (Andy / Kabarterdepan.com)
Penasihat hukum Universitas Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (UBS PPNI), Andy Irfan, saat menunjukan surat-surat (Andy / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Polemik di Universitas Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (UBS PPNI) di Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto berakhir dilaporkan ke pihak penegak hukum.

Pasalnya, pihak pengurus lama diduga melakukan perusakan gerbang pintu masuk dan melakukan penganiayaan terhadap salah seorang mahasiswa Rudianto (19) asal Puri hingga terluka pada bagian leher dan tangan.

Responsive Images

Sehingga jajaran rektor dan jajaran pimpinan, serta Senat Mahasiswa UBS melaporkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Mojokerto dengan membuktikan beberapa rekaman CCTV dan video.

Kuasa hukum UBS PPNI Andy Irfan, saat jumpa pers bersama pengurus Yayasan Kesejahteraan Warga Perawatan Perawat Nasional Indonesia (YKWP-PNI) Kabupaten Mojokerto, menyampaikan telah menerima melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dan telah menerima bukti Laporan Polisi (LP) dari Polres Mojokerto.

“Kami sudah membuat laporan 1 tentang pengeroyokan laporan kedua tentang pengrusakan,” ungkapnya, Selasa (18/6/2024) sore.

Akibat insiden ini, lanjut Irfan terdapat beberapa dampak yang dirasakan oleh pengurus universitas maupun sejumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di UBS PPNI tersebut.

“Dampaknya ini secara psikis luar biasa, menebarkan rasa takut menciptakan kegaduhan mahasiswa tidak nyaman, proses pengajar juga terganggu,” paparnya.

Sementara itu, Ketua YKWP PNI Kabupaten Mojokerto Edy Gandiriyanto menjelaskan, permasalah yang terjadi ini buntut dari gugatan pengurus lama sudah ditolak hingga tingkat Mahkamah Agung.

“Gugatan mereka sudah ditolak sampai MA, pengurus baru ini sudah terdaftar di Kemenkumham. Seharusnya mereka mengajukan gugatan baru, kan begitu konstruksi hukumnya,” imbuhnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Nova Indra Pratama, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pengerusakan di UBS PPNI.

“Sudah ada yang melapor memang ke Polres Mojokerto. Akan segera kami tangani dan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Kasat.

Sedangkan pihak terlapor yang telah menguasakan ke LSM Modjokerto Watch membantah adanya dugaan penganiayaan. Pihak pengurus lama yakni Hartadi bersama timnya beranggapan pada saat kejadian hendak berkantor lalu pintunya ditutup oleh sejumlah petugas keamanan.

“Karena saya punya hak, teman-teman tak suruh buka nggak mau, akhirnya ya dirusak sama temen-temen,” kata H.Rifa’i ketua LSM Modjokerto Watch.

Hartadi, selaku pengurus lama, menjelaskan, rentetan masalah ini bermula sejak 2 tahun lalu, kala itu Ia dipaksa keluar dari UBS PPNI. Saat itu, Ia terpaksa mengalah karena kalah jumlah massa dan kalah dalam Musda pada tahun 2022 silam.

“Itu sekitar 2 tahun lalu, saya dipaksa keluar oleh pengurus baru tanpa ada berita acara saya tanda tangan apa pun. Kasus belum masuk pengadilan itu saya sudah dipaksa keluar. Karena kalah massa, padahal saya masih pegang AHU resmi, saya mengalah sambil menunggu proses pengadilan,” terangnya. (*)


Eksplorasi konten lain dari Kabar Terdepan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar