
Jombang, kabarterdepan.com – Musyawarah sesepuh NU Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang mengundang jajaran mustasyar, syuriyah, dan tanfidziyah PBNU di Ndalem Kasepuhan, berakhir dengan sikap tegas dan jelas.
Meski mendengar adanya dugaan kuat pelanggaran tata kelola organisasi yang dilakukan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Forum Sesepuh NU menegaskan bahwa persoalan tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme internal, tanpa melibatkan pihak eksternal.
Empat Sikap Forum Sesepuh NU
Forum merumuskan empat poin utama dalam merespons dinamika yang berkembang di tubuh PBNU:
1. Proses pemakzulan tidak sesuai AD/ART.
Forum menilai upaya pemakzulan Ketua Umum PBNU tidak sesuai aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.
2. Ada dugaan pelanggaran yang perlu diklarifikasi. Forum juga melihat adanya informasi kuat tentang pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum PBNU, sehingga membutuhkan klarifikasi melalui mekanisme organisasi secara menyeluruh.
3. Pleno penetapan Pj Ketum PBNU diminta ditunda. Forum merekomendasikan agar rapat pleno untuk menetapkan Pj (Ketum PBNU) tidak digelar sebelum seluruh prosedur dan musyawarah organisasi diselesaikan sesuai ketentuan.
4. Semua pihak diminta menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan. Forum mengajak seluruh faksi organisasi menjaga ketertiban, menghindari langkah yang berpotensi memperbesar ketegangan, serta memastikan penyelesaian dilakukan hanya melalui mekanisme internal NU demi menjaga kewibawaan jam’iyah.
“Para sesepuh NU juga berarap Rais Aam dan Ketum PBNU bisa bertemu satu forum. Apa pun forumnya, agar hal-hal yang ada bisa dibicarakan. Sampai saat ini yang direkomendasi seperti itu,” ujar Juru Bicara forum, HM. Abdul Mu’id Lirboyo, didampingi H. Abdurrahman Kautsar Ploso dan KH. Imron Mutamakkin Pasuruan, Sabtu (6/12/2025).
Bahas Juga Musibah Nasional
Selain membahas polemik PBNU, para sesepuh NU juga menempatkan persoalan bencana nasional sebagai prioritas utama dalam musyawarah.
“Atas bencana di berbagai daerah, sesepuh NU menyampaikan bela sungkawa serta keprihatinan mendalam atas musiba banjir, longsor dan bencana lain yang terjadi di sejumlah daerah. Para sesepuh NU juga berdoa agar masyarakat terdampak diberikan kesabaran, keselamatan dan segera mendapat pertolongan,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)
