
Sragen, kabarterdepan.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Kamis sore (23/10/2025) menyebabkan sebuah pohon asem jawa berusia ratusan tahun tumbang di tepi jalan raya Kedawung–Sumberejo.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut keterangan Susilo, warga setempat yang menjadi saksi mata, tumbangnya pohon disebabkan karena batangnya sudah lapuk termakan usia.
“Sebagian batang pohon ambruk ke arah lapangan, sementara separuh lainnya masih berdiri tegak,” ujarnya.
Pohon berdiameter sekitar lima meter itu sempat merusak pagar jaring lapangan olahraga yang biasa digunakan warga untuk bermain sepak bola.
Selain itu, batang besar pohon menutup badan jalan, membuat arus lalu lintas tersendat dan kendaraan harus dialihkan ke jalur lain.
Menariknya, sehari sebelum kejadian- pada Rabu (22/10/2025), sebagian cabang pohon asem ini juga sempat patah dan menimpa gerobak warung es teh yang biasa mangkal di bawah pohon.
“Untungnya waktu itu tidak ada orang di dekat gerobak,” tutur Wagiman, warga sekitar.
Usia Pohon Asem
Kepala Desa Gemantar, Suradi, mengatakan bahwa usia pasti pohon asem tersebut tidak diketahui. Namun berdasarkan cerita turun-temurun dari para sesepuh, pohon itu diduga telah ada sejak masa Kerajaan.
“Tidak ada yang tahu pasti usianya. Dari cerita orang tua dulu, pohon ini sudah tumbuh sejak zaman kerajaan,” ungkap Suradi.
Bagi warga sekitar, pohon asem tersebut bukan sekadar pohon besar. Lokasi itu sering digunakan untuk tradisi sedekah bumi dan dianggap memiliki daya magis yang kuat.
“Dulu banyak yang percaya ada pusaka yang tersimpan di sana,” tutur Sudarto, lurah sepuh berusia 90 tahun.
Sementara, Tim BPBD Kabupaten Sragen bersama warga kemudian mengevakuasi batang pohon menggunakan gergaji mesin dan alat pendukung lainnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena ukuran pohon yang besar, Hingga Kamis malam petugas masih melakukan pembersihan sisa-sisa ranting agar jalan kembali bisa dilalui dengan normal.
