Plengkung Gading Ditutup Penuh, Wali Kota Yogyakarta Minta Warga Jeron Beteng Menyesuaikan

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250317 103658
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat buka bersama dengan para pemulung, Minggu (16/3/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menanggapi penutupan secara penuh Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading pada Sabtu (15/3/2025).

Dirinya berharap masyarakat Jeron Beteng bisa menyesuaikan dengan kondisi tersebut terutama dalam bermobilitas keluar-masuk di wilayah selatan.

Ia menyampaikan jika konservasi yang dilakukan oleh Pemda DIY beralasan mengingat ditemukannya sejumlah kerusakan pada cagar budaya tersebut.

“Saya melihat ini ada retakan (bangunan) sehingga ini lebih baik diamankan,” katanya saat wawancarai pada Minggu (16/3/2025).

Hasto menyadari bahwa kebijakan tersebut membuat warga perlu menyesuaikan untuk mencari jalur-jalur lain untuk bisa Keluar Beteng.

“Saya cek yang dalam kalau mau selatan Pojok Beteng Kulon ke selatan. Untuk yang lewat Timur itu ke THR muter ke selatan. Kalau yang dari luar saya kira tidak perlu effort khusus,” ujar Hasto.

Penutupan tersebut tentunya akan berdampak kepada mobilitas masyarakat terutama yang ingin menuju Alun-alun Kidul.

Ia belum menganalisis dampak penutupan Plengkung Nirbaya untuk wisatawan Jeron Beteng.

Sementara itu, Lurah Patehan Gunawan Sigit Putranto menyampaikan bahwa penutupan Plengkung Nirbaya sebagai dinamika yang terjadi dalam sebuah wilayah.

Penutupan tersebut sebelumnya sudah disosialisasikan di jajaran Keraton, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemprov DIY hingga level kelurahan. “Menurut kajian yang disampaikan Dinas Kebudayaan DIY, kondisi fisik Plengkung Nirboyo terjadi keretakan di sana-sini,”katanya.

“Terutama di bawah spion ruang intai itu sudah ada keretakan. Kalau tidak dilakukan penyelamatan akan berpengaruh pada struktur Plengkung sendiri,” ujarnya.

Ia menyebut penutupan akses akan berpengaruh kepada siswa-siswi yang sekolahnya berada di Jeron Beteng.

“Seperti misalnya warga masyarakat memiliki anak dan sekolah di Jeron Beteng seperti SD Keputran A, SD Keputran 2, SMP Muhammadiyah 5, SMP Negeri 16,”katanya.

“Yang tinggal dan tinggal di luar benteng akan sangat merasakan penutupan plengkung Nirboyo, karena haus memutar jalur mengantar anak melewati Madyosuro atau Tamansari,” imbuhnya.

Hal tersebut juga berdampak pada ekonomi masyarakat yang memiliki usaha di Alun-alun Kidul (Alkid). Masyarakat yang ingin datang berwisata ke Alkid menurutnya juga akan semakin berkurang karena akses keluar masuk dari sisi selatan ditutup. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page