Plang Pembangunan Sekolah Rakyat Cepu Bikin Heboh, Anggaran Ratusan Miliar Disalahpahami

Avatar of Redaksi
IMG 20250526 WA0133
KELIRU : Plang pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora, yang memicu kontroversi. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com — Plang pembangunan Sekolah Rakyat di Cepu, Blora, bikin heboh karena keliru dengan mencantumkan nilai anggaran Rp 332 miliar. Kekeliruan ini menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan masyarakat.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum memulai proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, dengan memanfaatkan bekas bangunan SDN 4 Balun yang sudah tidak terpakai.

Dalam plang tersebut tertulis bahwa proyek tersebut merupakan pekerjaan renovasi Sekolah Rakyat tahap 1 yang dikerjakan oleh penyedia jasa Nindya-Adhi KSO, dengan nilai anggaran Rp 332 miliar.

Selanjutnya, pada plang itu, pekerjaan proyek dimulai pada 10 Mei 2025 dengan masa kontrak 60 hari kalender, yang bersumber dari APBN 2025.

Plang itu kemudian memicu kebingungan di masyarakat. Banyak yang heran mengapa untuk membangun satu sekolah saja anggarannya bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengatakan pihaknya langsung mengonfirmasi ke kementerian karena ia sendiri terkejut melihat besarnya anggaran.

“Setelah konfirmasi ke PU, ternyata itu untuk 65 titik,” jelas Luluk, Senin, (26/05/2025).

Atas temuan itu, sambung Luluk, plang proyek segera diperbaiki. Pihaknya meminta agar Kementerian PU mencantumkan secara detail, bahwa anggaran tersebut merupakan total untuk seluruh titik pembangunan tahap 1.

“Sehingga (plang proyek) tidak menimbulkan multi tafsir di tengah masyarakat. Total itu seluruh Indonesia tahap 1, bukan di Balun saja,” ujar Luluk.

Ditambahkan, pada pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Blora akan diperuntukkan untuk jenjang SMA. Sementara untuk jenjang SMP belum masuk dalam tahap 1.

“Ini (Sekolah Rakyat) nanti untuk jenjang SMA, dengan dua rombongan belajar,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, sekolah rakyat yang dibangun diperuntukkan untuk anak keluarga miskin yang terdaftar DTKS Kementrian Sosial, Khususnya pada keluarga kategori desil 1 dan desil 2. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page