Pj Wali Kota Mojokerto akan Evaluasi Uji Coba Makan Bergizi Gratis untuk Kesiapan Program 2025

Avatar of Redaksi
VideoCapture 20241121 135416
Potret Pj Wali Kota Mojokerto dalam sesi wawancara. (Gian / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Uji coba pemberian Makan Bergizi Gratis bagi peserta didik berlangsung di SMP Negeri 2 Kota Mojokerto, Rabu (20/11/2024) kemarin.

Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro turut hadir untuk meninjau langsung uji coba makan siang bergizi kepada para siswa SMP Negeri 2 Kota Mojokerto.

Ali Kuncoro menyebutkan jumlah siswa di Kota Mojokerto ada sekitar 19 ribu, namun uji coba hari itu hanya untuk sekolah negeri, sementara MTS dan MI berada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

“Jumlah siswa SD, SMP, SMA, MI, MTS yang ada di Kota Mojokerto sekitar 19 ribu, tapi untuk hari ini kita uji coba khusus untuk yang negeri karena kewenangan yang MTS sama MI adalah kewenangan dari Kementerian Agama, tapi sudah mulai kita hitung semua keperluan untuk pelaksanaan makan bergizi gratis,” paparnya kepada wartawan.

Ia berharap program ini dapat menjadi bahan kajian sehingga saat dilaksanakan pada 2025 dapat berjalan dengan baik.

“Insyallah ini menjadi bahan yang akan kita kaji sehingga ketika program ini nanti benar-benar dilaksanakan di 2025, tentu akan kita persiapkan dengan baik karena kita sudah mengujicobakan sehingga segala hal yang kalau ada kekurangan akan segera kita lakukan perbaikan,” tambahnya.

Ketika ditanya anggaran, ia menjelaskan dalam sistem pembiayaan bentuknya blended atau sharing, yaitu kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah baik Provinsi, Kabupaten, maupun Kota.

“Terkait masalah penganggaran, kemarin juga sudah dipaparkan untuk kebutuhan anggaran total secara nasional memang ketemu di angka Rp94 Triliun dan masing-masing kap kuota ini memang sistemnya kan blended atau sharing, sharing finance, jadi pembiayaan secara kolaborasi antara pelaku pusat dan pelaku daerah baik itu Provinsi, Kabupaten, dan Kota,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa RAPD Kota Mojokerto siap menganggarkan dan berharap tidak ada masalah. Rencananya, akan dipaparkan rinci dengan tim anggaran legislatif untuk mencapai kesepakatan dan persetujuan.

“Prinsip RAPD Kota Mojokerto sudah siap menganggarkan dan insyallah terkait penganggaran tidak akan ada masalah,” tegasnya.

Sementara, kandungan gizi dalam makanan dipastikan sesuai dengan ketentuan karena pihaknya telah menggandeng Dinas Kesehatan.

“Jadi kita melibatkan Dinas Kesehatan sudah dihitung kalau untuk SD itu seharga Rp17.500 sedangkan untuk SMP itu seharga Rp20.000 itu harus ada kecukupan terkait masalah karbohidrat, protein, vitamin, susu, dan yang tidak kalah penting juga ada lauk pauknya, semua sudah ditakar dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan,” tuturnya.

Terkait sampah, pihaknya sudah mengimbau sekolah agar mengumpulkan dan memilah sampahnya secara mandiri.

“Kita wajibkan di masing-masing sekolahan agar setiap selesai pelaksanaan makan bergizi gratis, sampah dikumpulkan secara mandiri dihimpun, ditata sehingga pada saat akan dibuang ke tempat pembuangan sementara sudah semacam dipilah-pilah sesuai dengan tumpukannya dan bisa didaur ulang,” pungkasnya.

Diketahui, uji coba makan bergizi gratis dilaksanakan pada tanggal 19 November 2024 dan tanggal 20 November 2024 untuk selanjutnya dilaksanakan evaluasi. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page