Pink Moon Datang Lagi 12 April! Yuk Intip Asal-Usul Namanya

Avatar of Redaksi
20250410 110822
Ilustrasi Pink Moon. (Enhypen / Kabarterdepan.com)

Internasional, Kabarterdepan.com – Langit malam pada 12 April 2025 diprediksi akan menampilkan sebuah fenomena langit menarik yaitu kemunculan Bulan Merah Muda atau Pink Moon. Bulan purnama ini akan mencapai puncaknya pada pukul 22.23 Eastern Daylight Time (EDT) zona waktu Amerika Utara.

Meski Indonesia tak masuk dalam wilayah terbaik untuk menyaksikan peristiwa ini, pengamat langit di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan pesisir selatan Afrika Selatan berpeluang besar menikmatinya secara langsung.

Namun, jangan terkecoh oleh namanya. Meski disebut Pink Moon, bulan tidak benar-benar tampak berwarna merah muda. Dilansir dari Live Space, kadang-kadang efek atmosfer dapat membuat bulan tampak kemerahan saat terbit atau terbenam, tetapi nama ini justru berasal dari hal yang lebih membumi: bunga liar.

Nama Pink Moon diambil dari bunga Phlox subulata, atau dikenal juga sebagai moss pink, yang biasanya mekar di awal musim semi di Amerika Utara.

Mekarnya bunga inilah yang menjadi penanda pergantian musim dan menginspirasi penamaan bulan purnama April oleh penduduk asli Amerika.

Beragam budaya di dunia juga memiliki nama-nama unik untuk bulan purnama di musim semi, masing-masing mencerminkan perubahan alam di sekitar mereka.

Suku asli Amerika menyebutnya “Breaking Ice Moon” atau “The Moon of the Red Grass Appearing”, merujuk pada mencairnya es dan munculnya kehidupan baru.

Di Eropa, nama-nama seperti “Seed Moon” dan “Growing Moon” menggambarkan aktivitas bertani dan musim tanam.

Sementara itu, bangsa Anglo-Saxon menyebutnya “Egg Moon”, yang diduga menjadi asal muasal kisah kelinci paskah yang membawa telur.

Fenomena ini bukan hanya pertunjukan langit, tetapi juga jendela budaya yang memperlihatkan bagaimana manusia sejak dahulu mengaitkan alam semesta dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Jadi, walau bulan tak benar-benar merah muda, kehadiran Pink Moon tetap menjadi pengingat indah akan datangnya musim baru dan tradisi lama yang hidup hingga kini. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page