
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pasar Tematik Ketidur, salah satu pusat perekonomian yang menjual barang-barang bekas di Kota Mojokerto. Pasar ini telah diresmikan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan di Mojokerto, Senin (20/3/2023).
Pasar Tematik Ketidur ditempati oleh para pedagang eks Pasar Loak Cakar Ayam. Salah satunya, Arif, pedagang di Pasar Loak Ketidur. Ia mengungkapkan, dengan menempati salah satu kios di pasar ini dia bisa berjulan dengan lebih layak.
Menurutnya, fasilitas yang ditawarkan di Pasar Ketidur ini lebih layak dan lengkap dibandingkan dengan kiosnya sebelumnya di Pasar Loak Cakar Ayam. Fasilitas yang disajikan mulai dari toilet, parkiran, dan wifi.
“Waktu masih berjualan di Cakar Ayam, kiosnya buat sendiri ada yang dari triplek, ada yang dari kayu, ada yang dari seng karena masing-masing buat kios sendiri Pemkot hanya menyediakan lahan, tatanannya juga semrawut, tidak seperti saat ini,” terang Arif saat ditemui di kiosnya, Senin (3/6/2024).
Peta Lokasi Pasar Ketidur
Meski disebut sepi pembeli, eks pedagang Pasar Loak Cakar Ayam ini menyebut hal itu merupakan hal yang cukup wajar.
“Pasar loak Cakar Ayam itu sudah 30 tahun, jadi sangat legend, beda dengan disini yang baru 1 tahun 6 bulan jadi kalau masih sepi itu kan wajar,” terangnya.
Ia menambahkan, beberapa pedagang di Pasar Ketidur juga sudah mulai memanfaatkan penjualan secara online. Hal ini dikarenakan kemajuan teknologi yang berkembang pesat sehingga pedagang mulai merambah marketplace.
“Saat ini trendnya berjualan online ya kita ikut jualan online, saya sendiri tidak jualan online, tapi kalau teman-teman juga sudah banyak yang jualan melalui marketplace, saling sharing bagaimana cara jual beli melalui marketplace,” kata Arif.

Menurut Arif, Pasar Ketidur dijadikan pusat kegiatan yang dihelat oleh Pemkot Mojokerto, seperti Pasar Takjil Ramadan dan Puncak Peringatan Hari Koperasi di tahun lalu merupakan momen untuk mengenalkan pasar loak ketidur agar lebih familiar bagi masyarakat.
“Kalau ada event ya kami tetap buka, biar orang-orang itu tahu, disini adalah pasar rombengan, ada atau tidak ada pembeli ya tetap buka. Kalau ada event terus standnya tutup ya orang akan terus bertanya-tanya yang dijual di pasar ini apa,” ungkapnya.
Kesan pasar loak sebagai penadah barang hasil curian pun ditepis oleh Arif. Menurutnya meskipun berjualan barang bekas ini adalah pekerjaan yang halal, jadi harus menghindari hal-hal seperti menerima barang hasil curian. Kepolisian pun senantiasa memberikan pembinaan.
“Kalau marak kasus curanmor, pihak Polsek akan menginformasikan. Karena sudah lama berjualan barang bekas jadi sudah bisa mengetahui mana barang curian, jadi saya bisa menolak untuk membeli dan mengingatkan teman-teman sesame pedagang,” pungkasnya. (*)
