
Jakarta, Kabarterdepan.com — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam pertemuan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Aspirasi tersebut mencakup tuntutan 17+8 yang berisi evaluasi tunjangan, peningkatan transparansi kegiatan DPR, hingga reformasi kelembagaan.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan tersebut melalui rapat bersama pimpinan fraksi.
“Kami dalam audiensi tadi juga sudah menyampaikan bahwa DPR dalam waktu yang sesingkat-singkatnya akan melakukan evaluasi-evaluasi menyeluruh, termasuk yang di dalam 17+8,” ujar Dasco usai pertemuan tersebut dikutip dari akun Instagram @dpr_ri.
Ia menambahkan, rapat evaluasi akan dilaksanakan hari ini bersama pimpinan fraksi untuk menyatukan pandangan dan kesepakatan. Evaluasi serta reformasi menyeluruh di DPR akan dipimpin langsung oleh Ketua DPR, Puan Maharani.
“Tekad dari seluruh anggota DPR adalah mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya untuk dijadikan evaluasi bersama, agar DPR ke depan lebih baik dan transparan,” imbuhnya.
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan organisasi kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa lainnya, Dasco juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, salah satu mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.
Berdasarkan hasil koordinasi, Dasco menyebut ada sejumlah kesepakatan awal yang akan dilakukan DPR untuk perbaikan. Salah satunya adalah evaluasi menyeluruh terhadap tunjangan anggota dewan.
“Khusus tunjangan perumahan (DPR RI) dihentikan terhitung sejak 31 Agustus 2025,” katanya. (Riris)
