Petasan Kaleng Susu Meledak, 2 Korban Luka Bakar

Avatar of Redaksi
Petasan Kaleng Susu Meledak, 2 Korban Luka Bakar
Petasan Kaleng Susu Meledak, 2 Korban Luka Bakar

Sampang, kabarterdepan.com – Ledakan petasan rakitan dari kaleng susu bekas mengakibatkan dua warga Kelurahan Karang Dhalem, Kabupaten Sampang, mengalami luka bakar, Senin (16/2/2026).

Peristiwa terjadi di Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dhalem, Kecamatan Sampang. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Insiden ini menjadi peringatan serius menjelang Ramadan, di mana aktivitas bermain petasan biasanya meningkat di sejumlah wilayah.

Baca juga: Talud Longsor di Imogiri Warga dan Aparat Sigap Evakuasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim kabarterdepan.com, sebelum kejadian kedua korban tengah bermain petasan rakitan yang dibuat dari kaleng susu bekas.

Petasan tersebut menggunakan bahan bakar spirtus dan hendak dinyalakan menggunakan batu korek api. Namun, sebelum sempat dinyalakan dengan sempurna, petasan itu lebih dulu meledak.

Ledakan mendadak tersebut menyebabkan api menyambar tubuh korban dan menimbulkan luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Korban Dalam Perawatan di RSUD Sampang

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit. Dua korban dalam peristiwa tersebut yakni VA (22), RD (13), warga Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dhalem, Sampang.

Keduanya mengalami luka bakar di bagian tangan, paha, dan kaki. Saat dievakuasi, korban dalam kondisi sadar serta menjalani perawatan di RSUD dr. Mohammad Zyn.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak membuat maupun memainkan petasan rakitan.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di wilayah Kelurahan Karang Dhalem. Kedua korban mengalami luka bakar dan langsung dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sadar,” ujar AKP Eko saat dikonfirmasi kabarterdepan melalui panggilan whatsapp, Selasa (17/2/2026).

Ia menegaskan, penggunaan bahan bakar cair seperti spirtus di dalam wadah tertutup seperti kaleng sangat berisiko memicu ledakan hebat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuat atau menggunakan petasan rakitan, apalagi dengan bahan bakar spirtus karena sangat berbahaya. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya,” tegasnya.

Sementara itu, Humas RSUD dr. Mohammad Zyn, Amin, memastikan kedua korban sempat mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

“Kedua pasien datang dalam kondisi sadar dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh seperti tangan, paha, dan kaki. Setelah mendapatkan penanganan medis dan observasi, untuk saat ini keduanya sudah diperbolehkan pulang,” jelas Amin saat dikonfirmasi kabarterdepan.

Meski telah dipulangkan, pihak rumah sakit tetap mengimbau agar keluarga memantau kondisi luka korban dan segera kembali ke fasilitas kesehatan apabila muncul keluhan lanjutan.

Menjelang bulan Ramadan, aparat dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap permainan petasan rakitan yang kerap dimainkan anak-anak.

Penggunaan kaleng tertutup dengan bahan bakar spirtus dapat menimbulkan tekanan tinggi dan ledakan tidak terkendali yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Peristiwa di Jalan Rajawali ini menjadi pengingat bahwa pengawasan orang tua dan kesadaran masyarakat sangat penting guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di Kabupaten Sampang. (Fais)

Editor berita: Ririn W.

Responsive Images

You cannot copy content of this page