Petani Terdampak Banjir di Madina Berharap Pemerintah Segera Salurkan Bantuan

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kondisi sawah petani di Madina diterjang banjir. (Suhartono/Kabarterdepan)
Kondisi sawah petani di Madina diterjang banjir. (Suhartono/Kabarterdepan)

Mandailing Natal, kabarterdepan.com– Banjir yang terjadi diwilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), khususnya Kecamatan Siabu, pada Rabu (26/11) lalu masih menyisakan duka yang mendalam bagi para petani yang lahan persawahan dan kebunnya terkena imbas dari banjir yang menerjang.

Banjir tidak hanya meluluh lantakkan pemukiman warga, banjir juga telah merendam area persawahan dan perkebunan mereka.

Salah satunya area persawahan yang berada di Saba (Sawah) Rampah, Desa Tangga Bosi lll, Kecamatan Siabu. Di area ini ada sekitar puluhan hektare lahan persawahan warga serta kebun rusak dan bibit yang baru disemai mati akibat terendam banjir.

Petani Merugi

Irwan Pulungan petani yang keseharian berkebun dan bersawah di Saba Rampah mengatakan, tanaman cabai miliknya yang baru ditanam sekitar satu bulan mati akibat banjir.

“Ada 2.500 tamanan cabe umur satu bulan mati akibat terendam banjir,” ungkap Irwan Rabu(10/12/2025).

Tidak hanya tanaman cabai, bibit padi miliknya yang belum sempat ditanam juga rusak akibat banjir.

Selain itu, kuatnya arus banjir juga menyebabkan Sopo (Pondok) tempat dirinya biasa beristirahat juga hancur.

“Parah banjir di sini, sudah seperti lautan, padi, cabe, bahkan pondok pun ikut Rusak,” terang Irwan.

Irwan juga berharap kepada pemerintah agar segera menyalurkan bantuan, untuk mengurangi kerugian di tengah sulitnya ekonomi.

“Kami berharap, pemerintah bisa segera menyalurkan bantuan, baik bibit maupun lainnya, supaya kami bisa segera bercocok tanam kembali,” harap Irwan.

“Jangan holakni (cuma) foto dan data saja, karena ini mendekati bulan Ramadan dan Idul Fitri,” sambungnya.

Senada, Salamah Lubis juga mengutarakan, bibit padi yang baru di sabu (tabur) dan belum sempat tanam busuk akibat Terendam banjir.

“Bibit baru tabur dan belum di tanampun rusak,” tuturnya.

Salamah juga menerangkan, dirinya terpaksa meminjam bibit agar bisa ditanam lagi area persawahannya. Namun untuk pupuk dirinya tidak tahu harus bagaimana.

“Untuk mengejar bulan Ramadan dan lebaran terpaksa meminjam bibit, tapi pupuk sudah gak ada,” terangnya. (Suhartono)

Responsive Images

You cannot copy content of this page