
Jombang, Kabarterdepan.com – Petani di Kabupaten Jombang tengah dilanda keresahan akibat ketidakpastian jadwal distribusi pupuk subsidi. Meski telah beredar informasi bahwa pupuk subsidi akan segera disalurkan, hingga kini belum ada kepastian kapan pupuk tersebut benar-benar tersedia di kios resmi. Kondisi ini memicu kekhawatiran, terutama di tengah masa penting pemupukan.
Sugeng (47), seorang petani padi asal Kecamatan Kudu, mengungkapkan keresahannya terhadap situasi ini. Menurutnya, kabar mengenai distribusi pupuk subsidi masih terkesan setengah-setengah tanpa kejelasan waktu yang pasti.
“Katanya pupuk subsidi sudah dalam proses distribusi, tapi sampai sekarang saya belum tahu kapan bisa dibeli di kios. Informasi ini seperti setengah-setengah, ada kabar tapi tidak memberi kepastian,” keluhnya, Kamis (9/1/2025).
Karena ketidakjelasan tersebut, Sugeng mulai mempertimbangkan untuk beralih ke pupuk non-subsidi meskipun harganya jauh lebih mahal. Pilihan ini, meski tidak ideal, terpaksa diambil demi menjaga tanaman padinya tetap tumbuh optimal.

“Kalau menunggu pupuk subsidi, saya tidak tahu kapan akan datang. Terpaksa beli pupuk non-subsidi urea petro atau kaltim. walaupun harganya lebih dari dua kali lipat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, M. Rony, mengonfirmasi bahwa distribusi pupuk subsidi untuk tahun 2025 sebenarnya sudah mulai berjalan. Namun, ia tidak memberikan informasi rinci tentang kapan pupuk tersebut akan tersedia di kios.
“Saat ini proses penyaluran pupuk subsidi 2025 sudah mulai berjalan,” pungkasnya.
Sayangnya, pernyataan tersebut belum mampu meredakan keresahan para petani. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian jadwal distribusi agar mereka dapat mempersiapkan lahan dengan baik.
Ketidakjelasan jadwal distribusi pupuk subsidi ini menambah tekanan pada sektor pertanian, yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Bagi petani seperti Sugeng, pengeluaran tambahan untuk membeli pupuk non-subsidi berarti menambah beban biaya produksi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga hasil panen.
Para petani di Jombang meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan ini. Dengan memberikan kepastian waktu distribusi dan memastikan ketersediaan pupuk subsidi di kios-kios resmi, keresahan para petani dapat diminimalkan, sehingga mereka dapat fokus pada pengelolaan lahan pertanian mereka.
Ketahanan pangan nasional bergantung pada kondisi petani, dan pemerintah diharapkan dapat mengutamakan kebutuhan mereka dalam menghadapi situasi kritis seperti ini. (Inggrid*)
