IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Petani di Jombang Kecewa Kualitas Pengerjaan Proyek Irigasi yang Jelek, Terkesan Asal-asalan

Avatar of Andy Yuwono
Beton cor dinding penahan irigasi di Desa Mayangan Jogorogo, Jombang. (Redaksi kabarterdepan.com)
Beton cor dinding penahan irigasi di Desa Mayangan Jogorogo, Jombang. (Redaksi kabarterdepan.com)

Jombang, Kabarterdepan.com – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di di beberapa kecamatan di Kabupaten Jombang diantaranya Kecamatan Mojowarno, Jogoroto, Jombang diduga dikerjakan asal-asalan oleh PT Inti Jawa Teknik. Proyek tersebut senilai sekitar Rp 57 miliar.

Beberapa warga menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas pengerjaan irigasi tersebut. Ada temuan yang ambrol dan longsor. Kalaupun ada perbaikan, pengerjaannya juga ala kadarnya dengan kualitas yang diragukan.

Responsive Images

Juari (55), salah satu petani Kecamatan Jogoroto mengatakan, ada temuan beton yang pecah. Namun hanya dilakukan penambalan dengan semen.

“Betonnya banyak yang pecah bagian pojoknya, kalau dipasang ya disulap alias ditambal pakai semen,” terang Juari, . Minggu (21/1/2024).

Juari menambahkan, selain itu dinding penahan irigasi ada yang longsor yang bisa membahayakan petani jika melintasi tanggul sungai.

“Ini ada yang longsor, jadi tanggul ikut longsor juga ini bahaya, belum apa-apa sudah longsor,” lanjutnya.

Kekecewaan juga diungkap, Giman (44) salah satu petani Kecamatan Mojowarno. Ia menyebut kualitas penahan atau plengsengan jelek.

“Kalau disini ada yang ambrol, dan dinding penahan atau plengsengan tembok dari batu raen bisa diurut pasti ada kualitasnya jelek,” ujarnya.

Giman berharap agar kontraktor memperhatikan kualitas bangunan agar bisa bermanfaat bagi petani.

“Ini kan program baik untuk petani dalam hal pengairan, jadi tolong lah pak kontraktor agar bisa membangun sesuai spesifikasi. Daripada waktu audit atau masyarakat yang peduli akan mengadu pada pihak yang berwajib,” pungkasnya.(*)

Responsive Images

Tinggalkan komentar