
Banyuwangi, kabarterdepan.com – BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauannya hingga ke pelosok desa lewat program Pesiar (Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi) yang diluncurkan sejak Juli 2024.
Di Banyuwangi, program yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat desa tersebut menyasar ke 21 desa yang tersebar di seluruh Banyuwangi.
Di antaranya Desa Benculuk, Cluring; Desa, Jajag, Gambiran; Desa Genteng Kulon, Genteng; Desa Bumiharjo dan Tulungrejo, Glenmore; Desa Gombolirang, Kabat; Desa Kalibarumanis, Kalibaru; Desa Wringinpitu, Tegaldlimo dan Desa Ketapang, Kalipuro.
Pesiar BPJS Kesehatan juga dapat dinikmati warga Desa Kedungrejo dan Wringinputih, Muncar; Desa Kandangan dan Sumberagung, Pesanggaran; Desa Sempu dan Tegalarum, Sempu; Desa Buluagung dan Siliragung, Siliragung; Desa Alasmalang, Singojuruh; Desa Sumbersari, Srono; Desa Bangsring serta Desa Bengkak di Kecamatan Wongsorejo.
“Sebanyak 481 warga di 21 desa telah merasakan kemudahan yang diberikan BPJS Kesehatan lewat program Pesiar,” terang staf administrasi kepesertaan, Yunico Permana, Kamis, (5/12/2024).
Yunico mengurai, secara teknis, BPJS Kesehatan menugaskan 1 agen yang bertugas melakukan pemetaan dan penyisiran warga desa untuk memastikan bahwa peserta JKN terdaftar.
Peserta dapat melakukan pendaftaran ke kantor desa pada jam kerja, bahkan ketika jam kerja telah usai, masyarakat juga tetap dapat melakukan pendaftaran kepesertaan dengan pelayanan yang diberikan di rumah agen desa.
“Setelah terdaftar, nantinya peserta akan mendapatkan virtual account sebelum nantinya aktivasi berhasil dilakukan,” ujarnya.
Untuk diketahui, BPJS Kesehatan Banyuwangi terus menggeber program inovasi untuk meningkatkan kepesertaan di Banyuwangi.
Pada semester 1 tahun 2024, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Banyuwangi berada di kisaran 74 persen.
“Pada semester dua tahun 2024 kami melesat di 93,95 persen, ini tak lepas dari peran aktif masyarakat dan Pemkab Banyuwangi yang makin menyadari manfaat dari kepesertaan BPJS,” tandasnya. (Fitri)
