
Internasional, Kabarterdepan.com – Paus Fransiskus tutup usia di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, Senin (21/4/2025).
Sehari sebelumnya, Paus Fransiskus masih sempat memimpin sekitar 60.000 umat dalam perayaan Misa Minggu Paskah yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus.
Dilansir dari AP News, dalam pidato terakhirnya pada Hari Paskah, Paus Fransiskus menyerukan gencatan senjata di Gaza serta pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina.
“Perdamaian tidak pernah tercipta dengan senjata, tetapi dengan tangan terbuka dan hati terbuka,” ucapnya.
Ia menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Ukraina dan Gaza, serta penderitaan semua korban perang, khususnya anak-anak yang, menurutnya, telah kehilangan kemampuan untuk tersenyum.
“Dalam menyerukan penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, saya menyampaikan harapan saya untuk pertukaran umum semua tahanan antara Rusia dan Ukraina, demi semua!” Tegasnya.
Paus Fransiskus juga mendesak pembebasan segera para sandera yang ditahan sejak 7 Oktober di Israel, serta menyerukan gencatan senjata di Gaza dan akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
“Jangan biarkan permusuhan saat ini terus berlanjut dan menimbulkan dampak buruk pada penduduk sipil, yang kini telah mencapai batas ketahanannya, dan terutama pada anak-anak,” harapnya. (Riris*)
