
Surabaya, Kabarterdepan.com – Akibat maraknya kejadian kerusakan massal yang menimpa kendaraan bermotor roda dua, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) membuka posko pengaduan di sejumlah daerah di Jawa Timur.
Terdapat 17 posko pengaduan motor brebet yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur, Seperti Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Tuban.
Salah satu posko pengaduan di Kota Surabaya yakni SPBU Kebonsari 54601107 bahkan sudah menerima 50 lebih laporan warga yang motornya mengalami kerusakan akibat menggunakan BBM pertalite milik Pertamina.
Reyvaldi Supervisor SPBU Kebonsari 54601107 mengatakan sejak dibuka pada tanggal 28 Oktober hingga 30 Oktober 2025 kemarin sudah terdapat 50 warga yang melaporkan kerusakan. Posko pengaduan akan terus dibuka hingga tanggal 10 Nopember 2025 , dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
“Sejak tanggal 28 sampai 30 Oktober sudah 50 warga yang melapor, sedangkan untuk hari ini 1 Nopember hingga pukul 10.00 WIB sudah saya sudah menerima sebanyak 5 laporan,” jelas Reyvaldi kepada Kabarterdepan.com, Sabtu (1/11/2025).
Tanggung Jawab PT Pertamina
Dirinya menambahkan sebagai bentuk tanggung jawab PT Pertamina saat ini telah bekerja sama dengan 14 bengkel rekanan yang tersebar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban.

Masyarakat yang motornya mengalami mogok dapat datang ke posko dengan membawa sejumlah persyaratan seperti Mengisi form keluhan konsumen di SPBU, Membawa Fotocopy Identitas (KTP), Laporan tempat pengisian BBM Pertalite, Membawa sample BBM dari kendaraan, Membawa nota asli total biaya perbaikan yang disebabkan BBM Pertalite.
“Jadi nanti masyarakat tinggal datang ke posko dengan persyaratan yang telah ditentukan, lalu akan kami arahkan ke bengkel rekanan Pertamina untuk dilakukan perbaikan. Perbaikan sendiri tidak dipungut biaya,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama salah satu warga Slamet menuturkan jika dirinya merasakan sesuatu yang aneh pada motornya usah mengisi BBM pertalite di SPBU Pertamina. Kejadian itu sudah terjadi seminggu belakangan. Akibatnya dirinya harus mengeluarkan biaya untuk memperbaiki motornya di bengkel.
“Iya ini saya mau laporan kalau motor saya kemarin mogok. Iya ini minta pertanggungjawaban juga kemarin belum ada bengkel rekanan, saya benerin di bengkel lain. Makanya ini saya lapor supaya bisa diganti biar gak membengkak biayanya,” tuturnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Khasan, warga Karah Surabaya, dirinya mendatangi posko di SPBU Kebonsari 54601107 untuk melaporkan motornya yang mengalami kerusakan. Tidak hanya 1, dirinya melaporkan 2 motornya juga mengalami hal yang sama yakni gas yang brebet setelah mengisi BBM pertalite di SPBU Pertamina.
“Motor saya yang kena gak cuma 1, saya punya 2 motor matic injeksi kena semua. Makanya ini saya lapor biar ada pertanggungjawaban,” pungkasnya.
