IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Persiapan Sambut Ramadan, Ikadi Jateng Ajak Menata Hati

Avatar of Andy Yuwono
Ustaz Usep Badruzzaman dalam seminar Menata Hati, Minggu (3/3/2024). (Ahmad/kabarterdepan.com)
Ustaz Usep Badruzzaman dalam seminar Menata Hati, Minggu (3/3/2024). (Ahmad/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah (Jateng) menggelar seminar menata hati menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Seminar yang diikuti sekitar 250 peserta ini digelar di aula Balaikota Semarang, Minggu (3/3/2024)

Dalam kesempatan ini Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyampaikan kata sambutannya melalui saluran video.

Responsive Images

Sementara Umi Marwah sebagai fasilitator mengajak peserta seminar dalam menyambut bulan Ramadan dengan menjadikannya momen merenung menata hati. Tidak sekadar meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga mesti kembali menata hati untuk persiapan Ramadan.

Sementara Ustaz Usep Badruzzaman selaku narasumber menggaris bawahi momen ramadan, yakni saat manusia menyadari bahwa Allah SWT telah memberikan nikmat yang luar biasa.

“Apakah kita bisa memungkiri terhadap semua nikmat yang telah Allah berikan pada kita?” tanya ustaz Usep kepada peserta.

Ustaz Usep menggambarkan betapa Allah SWT Maha luas kekuasaan-Nya dan Maha besar ciptaan-Nya. Sehingga sepantasnya manusia mengabdi pada Allah SWT secara total, tanpa pertimbangan ini itu, tanpa alasan macam-macam.

Untuk itu, imbuh Ustaz Usep, dibutuhkan komitmen dengan cara menata hati. Ada beberapa tahapan agar hati benar-benar terpaut dengan Allah SWT. Menata hati menjadi bagian tak terpisahkan dari mengenal lebih dekat pada Allah.

“Awalnya dengan zikir hingga tergetar sampai menangis. Menangis itulah sebenarnya sentuhan Allah supaya kita selalu dekat dan mengingat Allah,” ucapnya.

Pada sesi selanjutnya, Ustaz Usep mengupas tentang Napas Terakhir. Ia mengatakan, manusia sering lupa bahwa napas terakhir yakni kematian yang tidak pernah kompromi dengan waktu.

“Oleh sebab itu, sesibuk apapun kita harus tetap ingat mati. Karena mati adalah hal yang pasti. Anehnya hal yang pasti ini tidak pernah kita pikirkan,” ungkapnya. (Ahmad)

Responsive Images

Tinggalkan komentar