
Sleman, kabarterdepan.com – Permintaan pelayanan vasektomi di Kabupaten Sleman cukup meningkat. Dari total 15 kuota yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman saat ini telah terpenuhi.
“Ini Alhamdulillah sudah habis dan sudah ada beberapa yang inden di tahun 2026,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dam Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dwi Wiharyanti, Sabtu (18/10/2025).
Pelayanan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).
“Ini kami untuk pelayanan ada dana DAK non fisik Bantuan Operasional KB (BOKB) KB ditarget hanya 15 vasektomi setahun,” terang Dwi.
Reward Vasektomi
Ia menyampaikan bahwa pelayanan vasektomi di Kabupaten Sleman dapat dilakukan di RSUP Dr. Sardjito. Para vasektor mendapat reward uang sebesar Rp1 juta.
“Dananya (reward) dari Jaring Pengaman Sosial (JPS), jadi Insya Allah bisa berlanjut terus untuk rewardnya ini,” katanya.
Kendati begitu, ia menyampaikan terdapat kriteria tertentu bagi penerima reward, seperti pria yang istrinya tidak bisa mendapatkan pelayanan KB apapun, seperti adanya penyakit gula, tensi tinggi, hingga munculnya benjolan.
Dwi menyampaikan sudah banyak kesadaran suami yang mengikuti program KB, terbukti dengan terpenuhinya kuota secara tepat sasaran.
Ia menyampaikan saat pihaknya telah melakukan pengajuan untuk diberikan kuota sebanyak 25 layanan pada tahun 2026.
“Sudah ada yang inden sebanyak 10 vasektor,” katanya.
Selain untuk kebutuhan layanan, pihaknya juga mengupayakan untuk alokasi tes sperma pasca vasektomi.
“Secara medis minimal ejakulasi 20 kali baru aman. Karena itu kalau ada tes sperma hasilnya lebih pasti,” katanya. (Hadid Husaini).
