
Mandailing Natal, Kabarterdepan.com – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat tali silaturahmi antarwarga, pemerintah Desa Tangga Bosi Satu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menggelar acara zikir akbar sejuta selawat, Kamis (24/07/2025).
Kegiatan zikir akbar sejuta selawat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan kebersamaan ditengah masyarakat.
Zikir akbar sejuta selawat dipimpin langsung oleh Pimpinan Pengajian Puncak Barokah Buya Salman Ahmad Almandili.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Desa Tangga Bosi Dua, Kepala Desa Tangga Bosi Tiga, kepala Desa Gunung Barani kecamatan Panyabungan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ribuan jamaah pengajian Puncak Barokah se-Kabupaten Madina, dan Tapanuli Selatan (Tabsel).
Kepala Desa Tangga Bosi Satu, Ahmad Baqi Lubis, mengatakan atas nama pemerintah Desa Tangga Bosi Satu mengucapkan terima kasih atas kehadiran pimpinan Pengajian Puncak Barokah Buya Salman yang telah bersedia hadir dan menunjuk Desa Tangga Bosi Satu sabagai tuan rumah.
“Zikir akbar ini adalah momentum yang sangat baik untuk kita semua kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati, dan mempererat ukhuwah islamiyah,” ucapnya.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan minimal satu tahun sekali,” lanjutnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Tangga Bosi Satu, Mawardi, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi aktif semua pihak dalam kegiatan ini.
Dengan adanya kegiatan zikir akbar di Desa Tangga Bosi Satu dapat memperoleh keberkahan
“Zikir merupakan salah satu dalam mengingat Allah SWT, bila berzikir kepada Allah SWT, Allah akan mengingat kita,” tuturnya.
Acara zikir akbar ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kehidupan beragama dan sosial masyarakat desa di Kabupaten Madina dalam upaya memperkuat nilai-nilai islamiyah.
Acara zikir akbar sejuta selawat berjalan lancar sejak pagi hingga siang dan diakhiri dengan doa bersama untuk kedamaian, kemajuan, dan keberkahan serta hasil pertanian yang berlimpah bagi seluruh warga desa yang hadir. (Suhartono)
