
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperingati Hari Kartini dengan mengadakan pelatihan keterampilan untuk kader PKK dari empat kecamatan di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Senin (21/4/2025). Langkah ini diwujudkan untuk memperkuat peran perempuan dalam peningkatan ekonomi keluarga.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini menyasar penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan membuat tas goni kombinasi sulam pita, tas anyaman plastik dengan teknik decoupage, serta makanan berbahan dasar tape dan singkong.
Dalam laporannya, Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Yudha Akbar Prabowo menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada bulan April 2025, fokus pada pelatihan pembuatan tas untuk peserta dari Kecamatan Pacet dan Jatirejo. Sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang dengan materi makanan olahan, menyasar peserta dari Kecamatan Gondang dan Trawas.
“Total peserta sebanyak 160 orang. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan jiwa wirausaha (entrepreneur) yang tangguh bagi kader pkk. Kedua, meningkatkan kualitas produk dan kemasan produk sesuai dengan jenis dan kuantitas yang akan dikemas,” jelasnya.
“Berikutnya yang ketiga, kader PKK yang telah mempunyai usaha produk olahan dapat segera menyelesaikan legalitas produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku (NPWP, SIUP, PIRT, dan sertifikat produk) dengan standar yang telah ditentukan sehingga tidak kesulitan akan melakukan pemasaran dan yang terakhir memberikan bekal keterampilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang hadir membuka kegiatan menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan. Menurutnya, semangat Kartini harus menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini agar lebih berdaya.
“Perempuan-perempuan ini bukan sekedar pelengkap hidup, tetapi perempuan-perempuan adalah pasangan hidup yang mampu berdikari, mampu berkarir, dan mampu melakukan banyak hal dalam rangka membantu keberlangsungan rumah tangga, namun tetap ada koridor-koridor dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Perempuan Berdaya yang diusung pemerintah daerah. Tujuannya, agar para ibu rumah tangga memiliki keterampilan ekonomi tanpa harus meninggalkan peran utamanya dalam keluarga.
“Seorang perempuan itu adalah tiang satu negara, jika tiang itu berdiri maka negara ini akan kokoh berdiri dan kalau perempuan itu hancur maka hancurlah sebuah negara. Jadi perempuan adalah penentu nasib bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Gus Barra juga menyinggung semangat RA Kartini yang memperjuangkan emansipasi perempuan di masa kolonial. Ia menekankan bahwa emansipasi yang dimaksud bukan menyaingi laki-laki, tetapi kesetaraan dalam mendapatkan hak, termasuk hak atas pendidikan dan ekonomi.
“RA kartini ini juga tidak hanya belajar atau tidak hanya memperjuangkan harkat dan martabat perempuan-perempuan Jawa pada waktu itu. Beliau juga belajar ilmu agama dan murid dari KH Soleh Darat, Semarang. KH Soleh Darat itu punya tafsir namanya “Minat Dulumati Ilannur” yang kemudian oleh RA Kartini diartikan, Habis gelap terbitlah terang. Itu terinspirasi dari tafsirnya yang dikarang oleh KH Soleh Darat,” ungkapnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, dalam Berbagainya juga menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan simbolik memperingati Hari Kartini, melainkan langkah-langkah konkret untuk membekali perempuan dengan keterampilan yang aplikatif.
“Kita semua mengenakan kebaya ini bukan hanya simbolis saja, namun kita buktikan dengan karya yang nyata. Artinya komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas diri dan meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ungkap Shofiya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga mendukung program Gelari Pelangi (Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi), yang merupakan bagian dari 10 program pokok PKK.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal pemberdayaan perempuan Mojokerto dalam menyemangati Indonesia Emas 2045, sekaligus menekankan bahwa perempuan masa kini bisa berkarya dan mandiri dalam bingkai keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Menyanggapi keluhan warga terkait meningkatnya jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD), Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengadakan fogging di Dusun Mungkut, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Senin (14/4/2025).
Dengan didampingi oleh Camat, Forkopimca Pacet, serta Jajaran Perangkat Desa Bendunganjati, bupati menjelaskan bahwa kegiatan fogging tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan dan laporan para warga sekitar yang disampaikan melalui media sosial.
“Kemarin saya dapat laporan dari medsos bahwasanya banyak warga yang terkena demam berdarah dan minta untuk difogging, alhamdulillah sekarang kita melakukan fogging,” ungkap Gus Barra, sapaan akrab Bupati Mojokerto.
Menurut keterangan warga, beberapa orang mulai terjangkit DBD sejak awal tahun 2025, dan terus bertambah hingga akhir-akhir ini. Hal ini membuat Bupati Mojokerto turun langsung ke daerah Bendungan Jati dan melakukan fogging di sana.
Ia juga menghimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, mengingat fogging sendiri hanya efektif untuk nyamuk dewasa, sedangkan untuk jentik dan telur nyamuk hanya bisa diatasi dengan tindakan pencegahan yaitu 3M, Menguras tempat penampungan udara secara teratur, Menutup rapat tempat udara, dan Mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan udara.
“Sekarang lagi musimnya DBD, jadi masyarakat harus berhati-hati terutama terhadap potensi-potensi yang mengakibatkan terjadinya jentik-jentik,” imbaunya.
Selain melakukan fogging, Gus Barra juga berkesempatan untuk meninjau warga yang kerabat atau keluarganya sedang dirawat di rumah sakit karena DBD. Ia memastikan warga yang dirawat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tanpa adanya kendala administrasi. (*)
