Perkuat Pendidikan Jatim, BMPS Dorong Sinergi Sekolah Negeri dan Swasta

Ki Dr. H. Saur Panjaitan XIII, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) saat dikonfirmasi awak media. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)
Ki Dr. H. Saur Panjaitan XIII, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) saat dikonfirmasi awak media. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com- Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memajukan pendidikan di Jawa Timur dengan memaksimalkan peran sekolah swasta.

Ki Dr. H. Saur Panjaitan XIII selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMPS mengatakan dalam memajukan pendidikan di Indonesia, Khususnya Jawa Timur sebagai upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul diperlukan sinergi antara sekolah negeri dan swasta.

“Jadi kita bersinergi tidak mungkin selesai sebuah pemerintahan ini hanya dengan sekolah negeri saja. Jadi program Jatim Cerdas jalan bersama dengan sekolah swasta,” kata Saur Panjaitan XIII, Sabtu (24/1/2026).

Lebih lanjut, Jatim Cerdas merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur. Melalui Jatim Cerdas, pembangunan pendidikan tidak hanya diarahkan pada peningkatan akses dan partisipasi sekolah, tetapi juga pada upaya sistematis untuk menggali, menumbuhkan, dan mengoptimalkan potensi setiap peserta didik sesuai bakat dan keunggulannya masing-masing.

Harapan Ketua DPN BMPS

Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang besar sebagai pilot project dengan cakupan kabupaten kota terbanyak di Indonesia.

“Bahwasanya bagaimana swasta bersama sama memajukan pendidikan, karena sebelum republik ini berdiri itu sekolah swasta sudah ada lebih dulu,” tambahnya.

20260124 095939
Gubernur Khofifah berfoto dengan jajaran DWP BPMS se Jawa Timur. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Dirinya menegaskan melalui Permendikdasmen nomor 3 tahub 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), akan dilakukan integrasi data terkait siswa yang lulus. Nantinya dari data tersebut akan dibuat perencanaan pembagian kuota untuk sekolah negeri dan swasta.

“Nanti langsung dimulai dari SPMBnya kita buat perencanaan siswa yang lulus nanti berapa, dan kita hitung berapa kuota untuk negeri dan swasta,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page