Perkuat Nilai Lokal, Dosen Filsafat UGM Kembangkan Pendidikan Berkelanjutan Lewat Macapat

Avatar of Redaksi
IMG 20250705 WA0126
Kegiatan Penguatan seni macapat di Kapanewon Pandak, Bantul, DIY oleh sejumlah dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM). (UGM for kabarerdepan.com)

Bantul, kabarterdepan.com – Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) berupaya terus memperkuat nilai lokal.

Salah satunya dengan mendorong kegiatan pengabdian pengembangan pendidikan seni tradisional macapat di Kapanewon Pandak, Bantul, DIY.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret UGM dalam menjembatani nilai-nilai lokal untuk bisa terus bertahan di tengah tantangan zaman.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tiga dosen Fakultas Filsafat yaitu Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M., Drs. Budisutrisna, M.Hum, serta Dela Khoirul Ainia, S.Fil., M.Phil selama 4 bulan yang telah dimulai sejak bulan Mei.

Salah satu Dosen Fakultas Filsafat Prof. Dr. Lasiyo menyampaikan bahwa dasar kegiatan tersebut berawal dari keprihatinan atas pudarnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, seperti seni pertunjukan tradisional macapat.

Ia menyebut dalam tembang-tembang yang dilantunkan terdapat filosofi penting seperti nilai-nilai moral didalamnya. Oleh karena itu pihaknya berupaya untuk kembali memupuk rasa bangga akan budaya dan kearifan lokal tersebut.

“Anak muda lebih menganggap budaya luar lebih tinggi dari pada budayanya sendiri. Kondisi semacam ini, pada akhirnya akan berdampak pada semakin turunnya dukungan generasi penerus terhadap keberlangsungan seni pertunjukan tradisional,” terang Lasiyo, Sabtu (5/7/2025).

Melalui kegiatan ini, Fakultas Filsafat UGM berupaya memulihkan hubungan generasi muda dengan akar budayanya, sekaligus memperkenalkan pentingnya pendidikan berkelanjutan dalam konteks lokal.

Adapun dalam rangkaiannya, tim pengabdian dari Fakultas Filsafat melakukan serangkaian kegiatan yang mencakup observasi lapangan, diskusi kelompok terfokus (FGD), sosialisasi pendidikan berkelanjutan, pementasan seni, hingga penyusunan modul pembelajaran.

Mitra utama dalam kegiatan ini adalah kelompok macapat “Puspitasari” yang telah eksis sejak tahun 2009 dan menjadi penjaga semangat budaya di Pandak.

Paguyuban ini secara konsisten menggelar pelatihan rutin dan pementasan di berbagai panggung budaya, termasuk radio komunitas dan acara hajatan warga. Bahkan, Puspitasari pernah mencatat rekor MURI untuk pentas macapat terlama selama tiga hari non-stop.

Lasiyo dan sejumlah dosen lainnya melakukan penyusunan modul pendidikan berkelanjutan melalui seni pertunjukan tradisional macapat.

“Modul ini dirancang untuk dapat digunakan dalam berbagai konteks pembelajaran, baik formal maupun non-formal,” tutur Lasiyo.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menghasilkan output berupa publikasi ilmiah, serta terbentuknya kerja sama formal antara Fakultas Filsafat UGM dan Paguyuban Puspitasari.

Fondasi penting diharapkan dapat terwujud untuk bisa mengembangkan program-program budaya lainnya secara luas di masa mendatang. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page