
Bantul, Kabarterdepan.com – Dugaan penganiayaan terjadi di wilayah Kapanewon Imogiri, Bantul, pada Senin malam (9/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pukul 22.05 WIB di perempatan selatan SMP Negeri 2 Imogiri, tepatnya di Jalan Imogiri–Siluk,
Mojohuro, Sriharjo, Bantul, DIY.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto membenarkan adanya kejadian perkelahian yang melibatkan sejumlah pemuda dan mengakibatkan dua orang mengalami luka.
“Benar, kami menerima laporan adanya gangguan kamtibmas berupa perkelahian yang berujung penganiayaan di wilayah Imogiri,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Korban Penganiayaan
Dalam kejadian tersebut, korban pertama bernama Bagus (21) mengalami luka robek pada jari tangan setelah menangkis sabetan senjata tajam jenis bendo atau golok.
Sementara korban kedua, Erik (20) mengalami luka memar pada bagian paha dan punggung.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika salah satu saksi yang berada di lokasi melihat beberapa pemuda tiba-tiba datang dan terlibat perkelahian.
Dalam insiden itu, salah seorang pemuda terlihat membawa senjata tajam dan mengayunkannya ke arah lawannya.
Melihat kejadian tersebut, saksi berteriak meminta pertolongan warga dengan menyebut adanya aksi “klithih”, sehingga warga sekitar keluar rumah dan para terduga pelaku kemudian melarikan diri.
Warga bersama saksi selanjutnya menolong korban yang terluka dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan para saksi.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam dan satu buah senjata tajam jenis bendo.
Iptu Rita menjelaskan, saat ini terduga pelaku berinisial DAS (21), warga Imogiri, telah diamankan di Polsek Imogiri untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Terduga pelaku sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui sebelum kejadian kedua pihak sempat berkomunikasi melalui pesan singkat yang berisi saling menantang untuk melakukan duel.
Terduga pelaku dan korban pertama juga diketahui merupakan teman lama sejak masa SMP, meski berbeda kelas namun masih satu angkatan di wilayah Imogiri. (Hadid Husaini)
