Percepatan Penerbitan Sertifikasi SLHS, Begini Alasan Dinkes Sampang

Avatar of Jurnalis: Ahmad
SLHS
Kantor Dinkes Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Tim Sertifikasi laik hygiene sanitasi (SLHS) terus bekerja keras dalam percepatan penerbitan sertifikat SLHS di Kabupaten Sampang.

Hingga saat ini, sudah terdapat 8 SPPG yang berhasil terbit, masing-masing berada di Kecamatan Jrengik dan Torjun.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Sertifikasi laik hygiene sanitasi mencakup pelatihan mengenai sanitasi, kebersihan, dan keamanan pangan. Setidaknya 50% dari total pekerja di lokasi yang diawasi wajib mengikuti pelatihan tersebut.

Tim yang diterjunkan ke lapangan berjumlah antara 8 hingga 10 orang, dengan 2–3 orang di antaranya berfokus pada proses inspeksi dan pelatihan langsung.

Pengawasan dilakukan mulai dari cara memasak, pengelolaan limbah, pencahayaan, air yang digunakan, hingga kondisi lantai dan dinding. Aspek lantai dan dinding menjadi perhatian penting, terutama dari segi kelembaban dan kebersihan.

Percepatan SLHS Kabupaten Sampang

Ketua Percepatan SLHS Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas setiap sertifikat yang diterbitkan.

“Kami tidak ingin hanya mengejar jumlah, tapi juga memastikan bahwa setiap lokasi benar-benar memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan. Kalau ditemukan masalah, seperti sumur tercemar E. coli, kami lakukan treatment dulu misalnya dengan kaporit dan tawas, baru setelah uji lab ulang bisa diterbitkan sertifikatnya,” jelas Agus.

Selain itu, Agus yang juga Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang enerangkan terkait apa E. Coli sendiri. E. Coli adalah Escherichia coli (E. coli) adalah jenis bakteri yang umumnya hidup di usus manusia dan hewan, di mana sebagian besar tidak berbahaya dan bahkan membantu pencernaan. Oleh karena itu dalam penerbitan SLHS pihaknya sangat berhati-hati.

“Maka dari itu mas, kami cukup kerepotan dimana ketika ditemukan bakteri e coli kita lakukan treatment agar bakteri tersebut tidak ada ketika di lab kan” Tambah agus saat di wawancarai di ruanganannya, Senin (27/10/2025)

Agus menambahkan bahwa proses verifikasi lapangan yang detail inilah yang sering membuat penerbitan sertifikat sedikit terlambat.

“Memang butuh waktu, tapi ini untuk menjamin bahwa tempat tersebut benar-benar layak. Kita tidak ingin asal cepat, tapi hasilnya tidak sesuai standar SLHS,” ujarnya.

Dengan langkah terukur tersebut, tim SLHS berharap seluruh kecamatan di Kabupaten Sampang dapat segera menyusul untuk memperoleh sertifikat SLHS secara bertahap. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page