Percepatan Distribusi Pupuk Subsidi Mojokerto Dukung Swasembada Pangan

Avatar of Redaksi
1000058432 scaled
Arif Kurniawan Pedagang Pupuk di Mojokerto (Tantri / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sejak awal Januari 2025, sekitar 600.000 petani telah berhasil menebus pupuk subsidi, berkat upaya pemerintah yang telah menyederhanakan proses penyaluran melalui PT Pupuk Indonesia, serta pemanfaatan sistem iPubers yang memudahkan penebusan.

Langkah ini sejalan dengan program percepatan distribusi pupuk bersubsidi yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN, dalam rangka mendukung misi swasembada pangan yang diusung oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Salah satu pedagang pupuk di Mojokerto Arif Kurniawan (43) menyampaikan bahwa pupuk subsidi bisa dibeli oleh petani namun dibatasi, dengan harga subsidi pupuk Urea 125 Ribu sedangkan Phonska 140 Ribu.

“Pupuk non subsidi bisa berkali lipatnya pupuk subsidi. Contohnya Urea 125 Ribu kalau non subsidi bisa mencapai 330 Ribu per 50 kg pupuk,” jelas Arif Kurniawan (43), Kamis, (23/1/2025).

Selain itu Arif menambahkan jika terlalu banyak pupuk Urea juga tidak terlalu bagus untuk tanaman, sehingga sebagai solusi untuk petani selain pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan pertanian terutanama soal pupuk maka diarahkan pada jenis pupuk Non Subsidi berjenis DPW dari Petro, ada juga yang impor dari luar Malaysia, Samprota Utama, NPK Mutiara, dari Nurwegia, hingga Rusia.

“Justru malah produk dari dalam dan luar cukup bersaing dengan harga dan kualitas yang beda tipis, namun semua tergantung dari cara masing-masing semisal pelaku pedagang pupuk mau melakukan uji coba pupuk pada tanaman, nanti para petani bisa langsung percaya. Yang banyak di cari tetap dari PT. Petrokimia Gresik, dari pemerintah di tambahkan hingga 30 persen,” terang Arif.

1000058433 scaled
Persediaan Pupuk Subsidi dan Non Subsidi (Tantri / Kabarterdepan.com)

PT Pupuk Indonesia mencatatkan bahwa sampai dengan 19 Januari 2025, terdapat total 688.386 transaksi penebusan pupuk yang dilakukan oleh 599.582 petani, dengan total pupuk yang telah ditebus mencapai 405.000 ton.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengungkapkan bahwa kebijakan penyederhanaan yang telah dilakukan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Pertanian, telah memberikan dampak positif bagi para petani.

Salah satu hasil penting dari kebijakan tersebut adalah terbitnya Surat Keputusan (SK) Alokasi Pupuk Provinsi atau Kabupaten yang berhasil terbit 100 persen sebelum akhir tahun 2024, yang memastikan kelancaran penyaluran pupuk ke petani sejak awal tahun 2025.

Selain itu, dengan penerapan sistem iPubers, petani cukup membawa KTP untuk menebus pupuk bersubsidi, sehingga prosedur menjadi lebih mudah dan praktis.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Pupuk Indonesia juga memastikan ketersediaan stok pupuk yang cukup untuk mendukung kelancaran penyaluran di seluruh wilayah Indonesia.

Per 19 Januari 2025, stok pupuk bersubsidi yang tersedia secara nasional mencapai 1,01 juta ton, terdiri dari 574.238 ton Urea, 424.441 ton NPK, dan 14.728 ton pupuk Organik.

Sementara di Provinsi Sumatera Utara, stok pupuk mencapai 89.000 ton yang terdiri dari 58.417 ton Urea, 28.833 ton NPK, dan 1.959 ton pupuk Organik.

Untuk memastikan distribusi yang efisien, Pupuk Indonesia menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti 35 petugas lapangan, 29 gudang dengan kapasitas total 145.229 ton, 82 distributor, dan 2.373 kios resmi yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Penyederhanaan mekanisme penyaluran pupuk yang dilakukan pemerintah juga memberikan dampak positif terhadap distribusi yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Sebelumnya, daftar penerima pupuk bersubsidi baru bisa diberikan pada bulan April setiap tahunnya, namun dengan adanya kebijakan baru, daftar penerima sudah diserahkan pada bulan Desember 2024, sehingga pupuk subsidi sudah tersedia di kios-kios mulai tanggal 1 Januari 2025.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan semangat petani untuk segera melakukan penanaman, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menyampaikan bahwa dengan penyederhanaan regulasi ini, diharapkan penebusan pupuk bisa dilakukan lebih cepat daripada tahun-tahun sebelumnya.

Secara rata-rata, penebusan pupuk pada tahun 2025 sudah melebihi angka penebusan di tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya peningkatan semangat dan kesiapan petani untuk menanam.

Ini merupakan langkah penting dalam upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional, mengingat ketersediaan pupuk yang cukup dan distribusi yang lebih terorganisir dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.

Dengan berbagai upaya ini, Pupuk Indonesia dan seluruh pihak terkait berharap dapat menciptakan sistem distribusi pupuk yang lebih andal dan efisien, serta mendukung pencapaian swasembada pangan yang menjadi target utama pemerintah Indonesia. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page