
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Kerusakan yang sering terjadi pada trotoar Jln. Brawijaya Kota Mojokerto ini berupa retakan pada permukaan, genangan air, hingga pembentukan lubang yang membahayakan pejalan kaki. Keadaan ini semakin memperburuk kenyamanan serta keselamatan warga yang sering melintasi jalur pejalan kaki tersebut.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah melaksanakan program perbaikan trotoar di titik yang sering mengalami kerusakan akibat hujan deras seperti didepan Gang Kedungkwali. Perbaikan ini dilakukan mulai hari Kamis (9/1/2025) hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Salah satu pekerja perbaikan trotoar mengungkapkan belum bisa memastikan akan selesainya atas perbaikan saat ini.
“Kerusakan sering memang disini apalagi musim hujan, kerap ambrol,” ujar warga setempat Kedungkwali.
Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan air menggenang di trotoar yang kurang memiliki saluran drainase yang memadai, mempercepat kerusakan material dan struktur trotoar. Salah satu penyebab utama kerusakan trotoar adalah material yang digunakan pada konstruksi tidak dapat tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama hujan yang terus-menerus turun.
Proyek perbaikan trotoar ini akan mencakup penggantian permukaan trotoar dengan material yang lebih kokoh, seperti batu alam atau paving block berkualitas tinggi, yang dapat menyerap air dengan lebih baik dan tidak mudah rusak. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa air hujan tidak menggenang di atas permukaan trotoar dan mempercepat kerusakan material.
Selama proses perbaikan, diberikan tanda dijalan karena ada perbaikan untuk sejumlah pengendara agar lebih berhati-hati dan mengikuti petunjuk yang ada di sekitar area tersebut. Maka dari perbaikan tersebut agar masyarakat dapat menjaga kebersihan trotoar dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta membantu merawat fasilitas umum agar tetap awet dan nyaman digunakan.
Melalui perbaikan ini, kualitas infrastruktur trotoar bisa meningkat dan memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi masyarakat. Perbaikan ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan kota yang ramah pejalan kaki serta bagi kenyamanan bersama. (Tantri*)
