
Blora, Kabarterdepan.com – Menyasar aksi premanisme di Kabupaten Blora, Polres Blora, menggalakkan Operasi Aman Candi 2025, yang akan berlangsung selama 20 hari, mulai 12 hingga 31 Mei 2025.
“Operasi Aman Candi 2025 tidak hanya fokus pada pemberantasan premanisme di Blora yang berkedok Ormas (Organisasi Masyarakat),” kata Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, Senin (12/5/2025).
“Lalu, juga aksi perampasan, pengeroyokan, hingga pemerasan yang meresahkan masyarakat, hingga pelaku usaha di Kabupaten Blora,” imbuhnya.
Menurut AKBP Wawan, aksi premanisme yang terjadi, dapat mengganggu investasi atau aktivitas usaha di wilayah hukum Polres Blora. Oleh karena itu, operasi tersebut juga bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para investor.
Kapolres Blora mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan, yang memiliki potensi pada aksi premanisme di kota sate.
“Melalui pembentukan Satgas (Satuan Tugas) Anti-Premanisme dan Operasi Aman Candi 2025, kami berharap dapat menciptakan situasi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di Blora yang kondusif,” ujarnya.
“Upaya itu, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonom, serta kenyamanan masyarakat secara keseluruhan,” imbuh Kapolres Blora.
Sebelumnya, sambung AKBP Wawan, pada Sabtu (10/5/2025) malam, Polres Blora telah menggelar Operasi Pekat Kewilayahan secara serentak.
Operasi itu dipimpin langsung oleh Kapolres Blora, dan melibatkan seluruh personel Polres Blora. Dikatakan operasi itu, untuk menekan aksi premanisme yang dinilai semakin meresahkan.
Lebih lanjut, AKBP Wawan menjelaskan, Operasi ini juga merupakan tindak lanjut atas instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk memberantas segala bentuk gangguan Kamtibmas yang merugikan warga.
“Sesuai instruksi (Kapolri) sasaran utama operasi tersebut menyasar aksi premanisme, seperti parkir liar tanpa karcis resmi dari Dinas Perhubungan, pungutan liar, tawuran, penganiayaan, hingga balap liar,” jelas Kapolres Blora.
“Kami akan bertindak tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis,” imbuhnya.(Fitri)
