Perang Terhadap Narkoba Diperkuat, BNN Ajak Masyarakat Jaga Generasi Muda

Avatar of Redaksi
bnn
Kepala BNN Komjen. Pol. Marthinus Hukom ditemani Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto dan Gubernur Jatim Khofifah. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba di masyarakat. Hal ini sejalan dengan Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen. Pol. Marthinus Hukom mengatakan dalam upaya pemberantasan narkoba, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama dari banyak pihak agar pemberantasan narkoba dapat dilakukan sampai ke akar akarnya.

“Kita harus melakukan langkah nyata dan melihat narkoba merupakan musuh kita bersama. Ini bukan hal yang mudah memang, tapi dengan kebersamaan, hal tersebut bisa terwujud,” kata Marthinus, saat ditemui di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (13/2/2026).

Peran BNN dan Kolaborasi Nasional

Sepanjang tahun 2025 BNN telah menangkap 1.214 tersangka dari 773 kasus mereka tangani. BNN sendiri menyita 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, dan 1,2 ton ketamin. BNN juga berhasil membongkar 63 jaringan peredaran terorganisir, yang terdiri dari 56 jaringan nasional dan 7 jaringan internasional.

Marthinus menambahkan untuk memudahkan masyarakat memberikan informasi BNN telah menyiapkan call center 184 yang bisa menjadi wadah bertukar informasi. Masyarakat dapat melaporkan ke BNN jika menemui hal hal mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba di wilayahnya.

“Masyarakat yang ada di desa desa dapat memberikan informasi terkait bahaya narkoba dan juga rehabilitasi,” tambahnya.

Bagi para pengguna narkoba juga tidak perlu takut untuk direhabilitasi. Justru para pengguna harus dirangkul agar tidak jatuh di jurang yang sama. Dirinya juga ingin mengubah stigma di masyarakat yang menganggap rehabilitasi adalah hukuman.

“Banyak yang memandang rehabilitasi adalah hukuman. Inilah hal hal yang harus kita luruskan. Jangan jadikan pengguna atau korban sebagai aib,” paparnya.

WhatsApp Image 2026 02 13 at 1.28.31 PM
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengajak kepala desa untuk berani dan tidak takut melapor. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Peran Kepala Desa dalam Pemberantasan Narkoba

Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menekankan para kepala desa untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkoba di wilayahnya.

Masyarakat yang ada di pedesaan harus berani untuk melapor jika menemukan hal hal yang mencurigakan terkait narkoba. Keberlangsungan generasi penerus bangsa harus dijaga karena mereka adalah pemimpin pemimpin masa depan

“Kepada aparat desa dan masyarakat jangan takut untuk melapor dan melawan para bandar narkoba yang licik. Kita mesti lebih berani lagi untuk menjaga anak cucu kita,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page