
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Akibat penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi. Sejumlah pasar hewan di Kabupaten Mojokerto dilakukan penutupan selama dua pekan terakhir.
Penutupan pasar hewan ini meliputi 6 pasar. Diantaranya, pasar hewan di Desa Pandan-Pacet, Desa Ngerame-Pungging, Desa Dinoyo-Jatirejo, Desa Sawahan-Bangsal, Desa Pohjejer-Gondang, dan Desa/Kecamamatan Kemlagi.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaningdyah megatakan, penutupan pasar ini dilakukan selama 14 hari guna mengantisipasi penyebaran penyakit PMK.
“Penutupannya sendiri dimulai dari tanggal 15 – 28 Januari 2025,” ungkapnya Kamis (16/1/2026) siang.
Salah satu petugas pasar hewan Ngrame, Shodikin, saat ditemui mengatakan, pihaknya mendapatkan perintah dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto untuk melakukan penutupan pasar di Kecamatan Pungging tersebut.
“Kami mendapatkan perintah penutupan. untuk mengantisipasi penyebaran penyakit,” katanya.
Shodikin menambahkan, pasar hewan Ngrame buka dalam seminggu 2 kali di hari pasaran Wage dan Pahing. Penutupan pasar ini pun dilakukan selama 14 hari kedepan. Tentunya banyak dampaknya bagi para peternak maupun pedagang.
“Ya, otomatis banyak yang mengeluh inginnya kan dibuka terus. Tapi kita hanya menjalankan tugas,” tandasnya. (*)
