Penurunan TPT Bojonegoro Diklaim, Warga Usia Produktif Masih Menganggur

Avatar of Jurnalis: Ririn
Bojonegoro Catat Penurunan TPT, Pengangguran Usia Produktif Masih Ditemukan
Bojonegoro Catat Penurunan TPT, Pengangguran Usia Produktif Masih Ditemukan. (Sumber:Ririn/Kabarterdepan)

Bojonegoro, Kabarterdepan.com– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengklaim terjadi penurunan angka pengangguran terbuka (TPT). Berdasarkan data resmi, TPT Bojonegoro pada Agustus 2023 tercatat sebesar 4,63 persen dan turun menjadi 4,42 persen pada Agustus 2024 atau mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.

Klaim penurunan tersebut disampaikan seiring upaya validasi data dan pelaksanaan berbagai program pengentasan kemiskinan dan pengangguran di daerah.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya warga usia produktif yang belum mendapatkan pekerjaan, termasuk di wilayah penghasil minyak dan gas bumi (migas) seperti Kecamatan Gayam dan Ngasem.

Bojonegoro Catat Penurunan TPT, Pengangguran Usia Produktif Masih Ditemukan

Di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, seorang warga bernama Ryan (30) mengaku telah menganggur selama tiga bulan terakhir setelah kontrak kerjanya berakhir pada 2025 lalu. Hingga kini, ia belum memperoleh pekerjaan pengganti.

“Saya belum dapat kerja lagi sejak kontrak habis. Sekarang terpaksa ikut mertua karena masih punya tanggungan keluarga,” ujar Ryan.

Kondisi serupa dialami Sholeh, warga Dusun Tloko, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Ia mengaku belum mendapatkan pekerjaan tetap dan saat ini hanya bekerja serabutan untuk membantu mencukupi kebutuhan orang tuanya yang telah lanjut usia.

Sementara itu, Rusmini, warga Kecamatan Gayam, mengatakan kesulitan ekonomi membuat warung makan miliknya terpaksa tutup. Usaha tersebut sebelumnya bergantung pada aktivitas karyawan migas di sekitar wilayah tersebut.

“Sekarang sudah sepi, warung tutup. Saya sampai terpaksa pinjam ke rentenir karena tidak ada penghasilan,” kata Rusmini.

Data resmi menunjukkan penurunan tingkat pengangguran di Bojonegoro, namun sejumlah warga menyatakan masih mengalami kesulitan ekonomi dan keterbatasan akses pekerjaan, terutama setelah berkurangnya aktivitas kerja di sektor migas.

Responsive Images

You cannot copy content of this page