Penuh Toleransi, Undhuh-undhuh Kampung Klitren Perkokoh Identitas Kota Yogyakarta

Avatar of Redaksi
IMG 20250609 WA0001
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat mengikuti Kirab Budaya Undhuh-Undhuh kampung Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (8/6/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Kebersamaan dalam perbedaan terus dipupuk di Kampung Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY.

Hal tersebut dilakukan dengan upacara Undhuh-Undhuh yang diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai pihak, Minggu (8/6/2025).

Bagaimana tidak indah, masyarakat dari berbagai lintas perbedaan dari 6 agama ikut dalam upacara yang menjadi simbol kebersamaan di Klitren untuk yang ke-7 kalinya.

Didorong juga oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta, Acara tersebut dirayakan dengan diaraknya 20 gunungan dari berbagai lintas entitas serta 7 andong kehormatan.

Nampak Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ikut menaiki kendaraan tersebut bersama dengan ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Sabdono Putro. Hasto nampak menyapa dan berfoto bersama masyarakat yang mendekatinya.

Arak-arakan Undhuh-undhuh gunungan tersebut sempat berhenti di Depan GKJ Jawa Gondokusuman.

Berbagai pejabat yang hadir disajikan pentas sendratari oleh para seniman di Yogyakarta religius serta dipertemukannya 2 rel kereta api yang dinamai Nyai dan Kyai Klitren yang sebagai simbol.

Puluhan Gunungan berisi hasil bumi tersebut  didoakan dan diberkati oleh para pimpinan dari 6 agama. Rombongan kemudian dilanjutkan menuju Embung Langensari untuk dirayah warga masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas diselenggarakannya kegiatan tersebut guna memupuk toleransi.

“Kerukunan toleransi umat beragama harus selalu kita jaga bersama sama, karena Kota Yogyakarta menjadi lambang pemersatu berbagai etnis suku dan ras,” katanya.

“Kota Yogyakarta ini tidak mengenal hal-hal yang sifatnya primordial, jadi semua bersatu,” katanya.

Ketua Panitia Joko Pamungkas dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Undhuh-Undhuh bertujuan sebagai rasa syukur masyarakat atas limpahan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“(Undhuh-Undhuh) merupakan penguatan identitas Kota Yogyakarta, sebagai kota yang penuh toleransi tempat dimana acara ini diselenggarakan,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum menyatukan dengan perbedaan yang menjadi modal kuat bagi masyarakat.

Meskipun sempat diguyur hujan, rangkaian pemberkatan merti budaya tersebut tetap berjalan dengan lancar. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page