
Life Style, Kabarterdepan.com – Pantai sering kali menjadi tempat favorit untuk bersantai dan berenang. Namun, ada bahaya tersembunyi yang perlu diwaspadai yaitu rip current atau arus balik. Arus ini bisa menyeret perenang, bahkan yang paling kuat sekalipun, menjauh dari pantai, menyebabkan kepanikan, kelelahan, dan dalam kasus terburuk, tenggelam.
Penting untuk mengetahui bahaya rip current sebelum berenang di pantai. Baru-baru ini, terjadi insiden di Pantai Drini, Yogyakarta, di mana rombongan pelajar terseret oleh rip current saat sedang berenang menyebabkan beberapa di antaranya meregang nyawa. Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa memahami arus balik dan cara bertahan jika terjebak sangatlah penting untuk keselamatan diri.
Apa Itu Rip Current?
Rip current adalah arus air laut yang kuat dan sempit yang mengalir tegak lurus menjauh dari pantai. Arus ini sering kali terbentuk di antara gundukan pasir, dekat dermaga, atau bangunan lain di laut.
Tidak seperti pasang surut yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari, rip current terjadi akibat pergerakan ombak yang terjebak dan kemudian mengalir balik ke laut melalui celah sempit.
Rip current bisa sangat berbahaya karena kecepatannya bisa mencapai lebih dari 8 km/jam, lebih cepat dari perenang biasa. Panjangnya bisa mencapai 90 meter atau lebih, membuatnya sulit untuk dilewati jika seseorang berusaha berenang langsung ke pantai.
Cara Mengenali Rip Current
Meskipun tidak selalu mudah terlihat, ada beberapa tanda yang bisa membantu mengenali rip current:
– Area air yang lebih gelap dan lebih tenang di antara ombak yang pecah.
– Aliran air yang tampak bergerak ke laut dengan membawa buih, rumput laut, atau puing-puing.
– Gelombang yang tampak berbeda atau tidak pecah di suatu area tertentu.
– Arus balik tetap bisa terjadi bahkan saat cuaca cerah, terutama setelah badai di laut.
Jika kamu berada di pantai, cobalah mencari tempat yang lebih tinggi untuk melihat pola air dengan lebih jelas atau tanyakan kepada penjaga pantai apakah ada risiko arus balik di area tersebut.
Cara Survive Jika Terjebak dalam Rip Current
Jika kamu terjebak dalam rip current, tetap tenang adalah kunci utama untuk bertahan hidup. Dilansir dari The Business Insider, berikut langkah-langkah survive yang harus dilakukan:
1. Jangan panik
Kepanikan dapat membuatmu cepat lelah dan meningkatkan risiko tenggelam.
2. Jangan berenang langsung ke arah pantai
Melawan arus hanya akan membuatmu kelelahan.
3. Berenanglah sejajar dengan pantai
Arahkan tubuh untuk berenang ke sisi kiri atau kanan hingga kamu keluar dari arus. Setelah itu, berenanglah secara diagonal ke pantai.
4. Jika tidak bisa berenang keluar dari arus
Tetaplah mengapung, ini akan menghemat energi. Beberapa rip current membentuk sirkulasi yang bisa membawa kamu kembali ke pantai secara alami.
5. Lambaikan tangan dan berteriak minta tolong jika tidak bisa keluar sendiri.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Orang Lain Terjebak?
Jika kamu melihat seseorang terseret rip current:
1. Segera beri tahu penjaga pantai atau hubungi layanan darurat.
2. Jangan langsung berenang menolong jika kamu tidak terlatih. Banyak kasus di mana penyelamat yang tidak terlatih juga ikut tenggelam.
3. Gunakan alat bantu seperti pelampung atau papan selancar untuk membantu korban dari jarak aman.
4. Arahkan korban untuk berenang sejajar dengan pantai agar bisa keluar dari arus.
Langkah Pencegahan Agar Tetap Aman di Pantai
– Periksa prakiraan cuaca dan kondisi laut sebelum berenang.
– Berenanglah di pantai yang memiliki penjaga pantai karena mereka bisa memberikan peringatan dan bantuan jika diperlukan.
– Perhatikan bendera peringatan – Bendera merah menandakan bahaya tinggi, sementara bendera kuning menandakan risiko sedang.
– Hindari berenang dekat dermaga atau struktur lain di laut, karena rip current sering terbentuk di sekitar area tersebut.
– Jika ragu, jangan berenang terlalu jauh dari pantai.
Rip current adalah bahaya yang sering kali tidak disadari oleh pengunjung pantai.
Dengan mengenali tanda-tanda rip current dan mengetahui cara menyelamatkan diri, kita dapat mengurangi risiko tenggelam. Kesadaran dan kesiapan bisa menyelamatkan nyawa, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. (Riris*)
