
Mojokerto, Kabar Terdepan.com –Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di wilayah Mojokerto. Seorang pengendara sepeda motor bernama Sardji (63), warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di atas Jembatan Sungai Brantas, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat (30/1/2026) siang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio GT bernomor polisi S 4292 VD dari arah Surabaya menuju Mojokerto. Saat melintas di jembatan, motor yang dikendarainya menghantam truk milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur.
Saksi mata di lokasi kejadian, Adi Yuwanto, mengaku berada tepat di belakang korban sebelum kecelakaan terjadi. Menurutnya, korban sudah menunjukkan tanda-tanda kurang konsentrasi sejak perjalanan awal.
“Korban dari arah Surabaya, saya di belakangnya. Sejak di bawah tol, korban sudah terlihat mengantuk,” ungkapnya.
Pengendara Yamaha Mio GT Meninggal Dunia di Lokasi Akibat Luka Parah di Kepala
Adi menjelaskan, truk BBPJN Jatim tersebut sedang terparkir di lajur kiri jembatan karena tengah melakukan pembersihan jalan. Truk diketahui tidak menggunakan pelat nomor polisi.
“Korban menabrak belakang ujung kanan truk yang membersihkan jalan, langsung terjatuh ke kanan. Korban meninggal karena luka di wajah,” jelasnya.
Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian kepala. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di badan jalan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pengendara lainnya, Yasmin mengingatkan jika kecelakaan ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pengendara untuk selalu mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur rawan kecelakaan.
“Harus tetap hati-hati,”imbuhnya.
Sementara itu, pengemudi truk BBPJN Jatim, Mustakim, menyampaikan bahwa kendaraannya telah diparkir sesuai prosedur pengamanan saat proses pembersihan berlangsung.
“Korban dari arah Surabaya, melaju kencang, kemungkinan mengantuk, menabrak pojok belakang bak truk. Langsung terpental ke kanan,” tandasnya.
Kecelakaan maut tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jembatan Sungai Brantas mengalami perlambatan. Sejumlah pengendara yang melintas memilih mengurangi kecepatan untuk menghindari lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya berhenti sejenak menyaksikan proses evakuasi korban. Petugas kepolisian dibantu warga sekitar segera mengamankan area guna mencegah terjadinya kecelakaan susulan.
Sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan akibat benturan keras dengan truk. Sementara itu, truk milik BBPJN Jawa Timur tampak mengalami lecet di bagian belakang bak kendaraan.
Kondisi jalan di atas jembatan diketahui cukup sempit, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra, terlebih saat terdapat kendaraan yang berhenti untuk keperluan pekerjaan lapangan.
Jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang rentan mengalami cedera fatal saat terjadi kecelakaan.
Faktor kelelahan dan kurangnya konsentrasi saat berkendara sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya, terutama pada jalur-jalur padat dan rawan seperti jembatan.
Selain itu, keberadaan kendaraan operasional yang tengah melakukan aktivitas di badan jalan menuntut kehati-hatian ekstra dari pengguna jalan. Pengendara diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi sekitar, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan dengan situasi jalan.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan pihak berwenang. Aparat kepolisian telah melakukan pendataan serta pengamanan barang bukti di lokasi kejadian. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan kronologi serta penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Peristiwa kecelakaan di Jembatan Sungai Brantas ini menambah catatan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor di wilayah Mojokerto. Jalur tersebut dikenal sebagai akses penghubung vital antardaerah dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap pengguna jalan, terutama saat melintas di atas jembatan dengan ruang gerak terbatas. Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pengendara dalam menghadapi situasi lalu lintas yang dinamis. (Andy)
