Pencarian Terakhir 2025: Sekuel Setelah 17 Tahun, Hadirkan Nostalgia dan Cerita Baru

Avatar of Redaksi

 

Screenshot 20250909 214443
Para pemain film Pencarian Terakhir 2025 saat menggelar jumpa pers. (Husni Habib/kabarterdepan.com) 

Surabaya, kabarterdepan.com- Setelah sukses dengan film “Pencarian Terakhir” yang dirilis pada tahun 2008, selang 17 tahun Starvision kembali meliris sekuel dengan judul yang sama pada tahun 2025. Penonton dapat mengetahui cerita baru dan mengalami nostalgia dengan pemain lama yang terlibat.

Disutradarai Affandi Abdul Rachman, film ini menghadirkan kembali kisah Oji dan kawan-kawannya dari film pertama yang tayang pada 2008 lalu. Film Pencarian Terakhir 2025 ini menceritakan hilangnya Sita, istri Titi di Gunung Sarangan saat ulang tahun putrinya ke-10, DRUPADI.

Akibat kejadian tersebut sikap Tito berubah menjadi dingin dan membuat Dru sedih. Pacarnya Dru yakni Raka dan sahabatnya Maya, Ucok, Jamal, dan Nurul serta sahabat orang tuanya Bagus dan Oji, juga Gancar pamannya, berusaha menjadi penyemangat bagi Dru. Namun itu semua tidak cukup, sehingga di ulang tahunnya ke-17 Dru berangkat ke Gunung Sarangan untuk mencari ibunya.

Pemeran Drupadi, Adzana Ashel mengatakan tantangan saat proses syuting film Pencarian Terakhir ini yakni medan yang cukup berat. Hal ini lantaran lokasi syuting yang sebagian besar berada di pegunungan. Dengan medan yang cukuo berat diperlukan persiapan fisik dan mental yang memadai agar dapat memainkan peran dengan baik.

“Jadi untungnya sebelum syuting itu kita disuruh untuk olahraga crossfit dulu untuk melatih fisik. Karena memang lokasinya yanh berada di pegunungan, dan itu bermanfaat sekali,” jelas Adzana dalam jumpa pers di Royal Plaza Surabaya, Selasa (9/9/2025).

Dirinya juga menambahkan film Pencarian Terakhir 2025 inj dibuat sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya kasus orang hilang saat mendaki gunung. Dengan berbagai peristiwa suka dan duka film Pencarian Terakhir 2025 ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi, pembelajaran dan kehangatan bagi orang-orang tersayang.

“Jadi film ini memang didedikasikan bagi jiwa jiwa yang hilang dipelukan gunung dan untuk mereka yang tanpa pamrih menjadi sukarelawan berusaha menemukan para korban. Film ini mengajarkan kehangatan, petualangan dan kebersamaan,” pungkasnya.

Selain Adzana Ashel terdapat berbagai nama nama yang sudah tidak asing lagi di dunia layar lebar tanah air, seperti Donny Alamsyah, Artika Sari Devi, Yama Carlos, Ramon Y Tungka, Andrew Andika, Dinda Mahira dan masih banyak lagi.

Responsive Images

You cannot copy content of this page