
Mandailing Natal, kabarterdepan.com- Proses pemulangan 600 pengungsi warga Desa Muara Batang Angkola, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menjadi korban banjir diiringi penuh hari, Kamis (4/12/2025).
Mereka sudah 9 hari menempati posko pengungsian di SDN 037 Desa Tangga Bosi lll, Kecamatan Siabu, Madina.
Dengan diiringi rintik hujan, warga Desa Muara kembali ke Desanya untuk memulai kehidupan dan penghidupan kembali seperti biasa.
Camat Siabu Sudrajat Putra Batubara mengatakan, selama 9 hari warga Desa Muara Batang Angkola tinggal di pengungsian, tentunya tidak senyaman tinggal di rumah sendiri.
Pengungsi Bencana Banjir
Tetapi dalam menghadapi situasi bencana banjir kemarin, mengungsi menjadi pilihan demi keselamatan.
Pemerintah Madina bersama kecamatan dan pemerintah Desa Tangga Bosi I, II, Dan Tiga menyiapkan tempat bagi warga Desa Muara sampai situasi banjir surut.
“Bersama semua pihak berupaya memberikan pelayanan dan kebutuhan bagi para pengungsi selama dipengungsian,” ujar Camat Siabu.
“Hari ini seluruh masyarakat tangga bosi dan yang hadir disini, mengantarkan saudara semua kembali ke rumah masing-masing,” sambung camat.

Sementara Kepala Desa Muara Batang Angkola Satriya Wira mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu warganya, mulai dari proses evakuasi hingga membantu selama di penampungan pengungsi.
“Terima kasih kepada masyarakat Desa Tangga Bosi l, Tangga Bosi ll dan Tangga Bosi lll serta semua pihak yang telah membantu dan memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat Muara,” ucap Wira Sambil menyeka air mata.
Dalam kesempatan itu Wira juga memohon maaf kepada masyarakat sekitar pengungsian apabila warganya ada bersikap kurang berkenan.
“Mohon maaf bila warga saya ada yang menyinggung masyarakat sekitar atas tingkah dan perilakunya,” tutur wira sambil kembali menyeka air mata. (Suhartono)
