
Sampang, kabarterdepan.com — Gerakan Pemuda Sampang Bergerak kembali menunjukkan peran kritisnya dalam mengawal pelayanan publik pada Kamis pagi (3/7/2025), mereka menggelar audiensi resmi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang.
Dalam audiensi, Rofie selaku koordinator pemuda sampang bergerak membahas persoalan yang telah lama menjadi sorotan warga, terkait transparansi dan akuntabilitas dalam kebijakan parkir berlangganan.
Audiensi yang berlangsung di kantor Dishub tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Chalilurahman, serta dua perwakilan penting dari pengelolaan parkir berlangganan, yakni Hery dan Umam.
Dalam forum terbuka tersebut, perwakilan pemuda menyuarakan keresahan masyarakat, terutama soal tidak diberikannya karcis oleh juru parkir, meskipun retribusi telah dibayarkan. Hal ini memicu pertanyaan serius mengenai ke mana aliran dana parkir sebenarnya bermuara.
“Ini bukan hanya soal parkir, tapi soal kepercayaan publik terhadap tata kelola daerah,” tegas Rofie
Menanggapi hal itu, Hery selaku penanggung jawab parkir berlangganan di Dishub memberikan penjelasan lugas.
Ia mengakui adanya kendala di lapangan namun berkomitmen untuk memperbaikinya.
“Kami akan memperketat pengawasan. Juru parkir wajib memberikan karcis. Tanpa karcis, tidak ada kewajiban membayar,” ujarnya.
Audiensi yang berlangsung hangat namun penuh substansi ini diakhiri dengan poin penting.
“Masyarakat berhak menolak membayar parkir jika tidak diberikan karcis sebagai bentuk perlindungan konsumen dan transparansi.” Tambah Umam
Sebagai penutup, Rofie menyampaikan harapan agar pertemuan ini menjadi titik awal perubahan.
“Pemuda Sampang Bergerak akan terus kawal proses ini sampai parkir benar-benar kembali kepada rakyat,” pungkasnya. (Fais)
