
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berinovasi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memaksimalkan berbagai potensi yang dimiliki. Salah satunya melalui pengembangan sejumlah moda transportasi serta inovasi layanan publik di sektor perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono mengatakan pihaknya akan memaksimalkan potensi moda transportasi unggulan seperti Trans Jatim dan Trans Laut kini dipacu untuk menjadi mesin pendulang Pendapatan Asli Daerah.
Seperti yang diketahui, Saat ini, Dishub Jatim menempati posisi kedua sebagai penyumbang PAD terbesar di lingkungan Pemprov Jatim, tepat di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Saat ini target yang ditetapkan sebesar Rp55 miliar, ke depan angka tersebut diharapkan bisa melonjak drastis. Dengan terobosan dan inovasi yang terus dilakukan, kami yakin ke depan bisa tembus Rp100 miliar,” kata Nyono, Sabtu (31/1/2026).
Pemprov Jatim Dorong PAD Lewat Inovasi Transportasi dan Layanan Perhubungan
Lebih lanjut, Nyono memaparkan pihaknya akan memanfaatkan beberapa jalur kreatif untuk mendongkrak pendapatan agar target PAD dapat tercapai.
Beberapa sumber pendapatan baru yang akan dimaksimalkan diantaranya pemasangan reklame di bodi bus Trans Jatim dan fasilitas Trans Laut, digitalisasi biaya fasilitas bagi bus angkutan umum yang masuk ke terminal milik Pemprov serta pemanfaatan fasilitas Trans Laut di wilayah Paciran dan Banyuwangi.
“Dari sektor-sektor ini, alhamdulillah kita sudah bisa meraup Rp1 miliar,” tambah Nyono.
Dirinya menuturkan walaupun masih terkendala anggaran, namun hak tersebut tidak menutup kemungkinan Dishub Jatim akan terus mengembangkan rute dan menambah armada TransJatim, khususnya yang menuju area wisata di Gerbangkertasusila.
“Sekarang ini masih terbatas anggaran, namun ketika nantinya ada tambahan anggaran maka target Transjatim di Gerbangkertosusila akan tercapai,”pungkasnya.(Husni)
