
Yogyakarta, kabarterdepan.com — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) meluncurkan layanan mobil SI JAK, Jumat (10/5/2025).
Diluncurkan di kantor Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, Layanan tersebut bertujuan untuk memudahkan melakukan pembayaran PBB bagi masyarakat secara lebih dekat.
Hal tersebut menjadikan antusias bagi warga yang dalam kesempatan tersebut untuk datang melaksanakan tugasnya dalam membayar pajak.
Kemudahan yang diberikan dalam layanan mobil SI JAK tersebut juga merupakan akselerasi dari BPKAD tersebut menjadi bagian program yang ditawarkan dalam Quick Wins 100 hari kerja Hasto-Wawan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa dengan titik-titik yang pelayanan SI JAK di setiap kelurahan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban bagi BPKAD dalam melakukan penerimaan pajak dari wajib pajak (WP).
“Sekarang ini banyak yang mengeluh pajaknya naik, harapan saya pelayanan tidak hanya transaksional saja tapi juga konseling,” katanya saat diwawancarai wartawan, Jumat (9/5/2025).
“Misalkan ada yang mengeluh karena pajak naik atau bagaimana tata cara ingin meminta pengurangan, itu bisa dijelaskan,” katanya.
Hasto menyebut dengan layanan jemput bola itu, wajib pajak menjadi lebih terfasilitasi tanpa harus pergi ke Balai Kota maupun ke bank setempat.
Dirinya mendapatkan keluhan dari masyarakat saat dirinya memantau pelayanan terkait adanya biaya admin yang dibebankan jika melakukan pembayaran melalui bank umum.
Ia berharap pembayaran pajak oleh masyarakat tidak dibebankan biaya admin sehingga tidak memberatkan masyarakat. “Tadi ada yang minta -minta kemudahan supaya tidak mbayar, kalau Rp2500 itu kan berarti bagi mereka,” katanya.
Mengatasi hal tersebut sistem pembayaran melalui aplikasi Qrisna dipersiapkan untuk membebaskan pembayaran dari charge.
Harapan Kepada Program SI JAK
Dengan program keliling mobil SI JAK ini, harapannya pemerintah bisa lebih proaktif dalam memberikan pelayanan.
Sementara itu, Lurah Sorosutan Muhammad Zulazmi menyebut jika masyarakatnya memiliki kesadaran yang tinggi untuk tertib membayar pajak.
Pihaknya juga tidak lelah dalam memberikan imbauan dalam berbagai kesempatan forum pertemuan warga agar bisa segera menunaikan kewajibannya sebelum masa tenggat berakhir.
Ia berharap tidak ada warganya yang terbebani akibat menunda membayar pajak hingga jatuh tempo.
Sebelum diluncurkan SI JAK, petugas dari BPKAD Kota Yogyakarta telah secara rutin bertemu warga untuk melakukan penerimaan melalui kegiatan Pekan PBB yang dilakukan di beberapa titik dengan mengundang 150 orang wajib pajak di lokasi yang telah ditentukan.
“Kalau BPKAD untuk layanan pembayaran PBB (SI JAK) dari bulan Maret sampai September secara rutin setiap pekan setiap hari rabu masing masing wilayah di Sorosutan,” katanya.
Zul menyebut realisasi dari penerimaan pajak di setiap pelayanan mencapai 80 persen dari undangan wajib pajak.
Kepala BPKAD Raden Roro Andarini menyampaikan pelaksanaan program lewat mobil SI JAK tersebut melibatkan seluruh unsur di tingkat OPD.
Total ada 50 titik pelayanan yang akan diberikan setiap hari Rabu dan Kamis setiap pekan.
“Karena ini melibatkan berbagai bidang, 5 titik setiap hari Rabu atau 4 titik setiap hari Kamis kita terjunkan ke kelurahan,” ujarnya.
Andarini menyebut per bulan April 2025, realisasi PBB disebutnya masih 10 persen dari target yang telah ditetapkan.
Ia berharap dengan layanan jemput bola tersebut dapat mempercepat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal tersebut juga dilakukan untuk mengeksplorasi masyarakat agar menunda pembayaran yang justru menjadikan beban ke depan.
“Harus diakui bahwa PAD tumpuan untuk biaya belanja. Terutama dengan adanya efisiensi dari pemerintah pusat ini bagaimana mengoptimalkan supaya bisa teraih secepat mungkin,” pungkas Andarini. (ADV/Hadid Husaini)
