Pemkot Yogyakarta Kembali Gelar Festival Jeron Beteng, Sajikan Layang-Layang Raksasa Hingga Pawai Ogoh-Ogoh

Avatar of Redaksi
IMG 20250412 WA0000
Kabid Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yurnelis Piliang saat menyampaikan materi penyelenggaraan Festival Jeron Beteng di Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfo San), Jumat (11/4/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta menggelar kembali untuk ketiga kalinya Festival Jeron Beteng dengan menampilkan berbagai potensi di Kemantren Keraton pada Sabtu (12/4/2025).

Acara tersebut diselenggarakan bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) DIY dan Paguyuban Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIY.

Kabid Daya Tarik Wisata Dispar Kita Yogyakarta Yurnelis Piliang menyampaikan pihaknya akan juga akan berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Jeron Beteng dari Kelurahan Kadipaten, Panembahan, dan Patehan.

Dalam festival Jeron Beteng tahun ini akan beberapa menyajikan beberapa inovasi festival Jeron Beteng, seperti adanya Tarian dengan tema Menari Bersama-sama di Destinasi Ngangenin (Masangin) atau menari bersama dengan masyarakat.

Yurnelis menyampaikan bahwa kegiatan akan dimulai dengan pukul 14.00 WIB dengan festival layang-layang berukuran raksasa. Selain itu, ada juga 100 layang-layang ukuran mini yang nantinya akan diterbangkan oleh para pelajar yang merupakan hasil dari workshop pembuatan mainan tradisional tersebut.

“Akan ada demo menerbangkan 100 buah layangan ini kita coba semoga bisa menjadi daya tarik wisatawan di tengah kota, dimana (layang-layang) ini merupakan permainan tradisional anak kita pada zamannya,” katanya dalam jumpa pers yang diadakan di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo San) Kota Yogyakarta, Muja-muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (11/4/2025).

“Kita juga membuat festival topeng mas, akan ada acara menari bersama dengan masyarakat. Peserta diundang secara mandiri dan ikut secara gratis untuk bersama, kami menyediakan 400 topeng yang diawali dengan flash mob,” imbuhnya.

Di malam yang sama, masyarakat juga disuguhkan Kirab Ogoh ogoh di kawasan Malioboro kerjasama PHDI kegiatan persiapan kita mulai 15.00 WIB.

Total terdapat 4 peserta ogoh-ogoh yang diikuti sebanyak 300 orang menampilkan yang diiringi dengan permainan musik gamelan.

Selain itu juga ada pasukan bregada dari 3 Pokdarwis baik dari Kadipaten, Panembahan, dan Patehan. “Rencananya jam 18.30 WIB ini sudah mulai persiapan, nanti titik start mulai dari DPRD DIY,” ujarnya.

Barisan pawai ogoh-ogoh dan pasukan bergodo nantinya akan berjalan di Jalan Malioboro menuju ke arah Selatan hingga titik nol kilometer.

“Setelah itu akan menuju arah Timur hingga finish di Taman Pintar,”ujarnya. yang akan berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Koordinator Pawai Ogoh-ogoh, I Dewa Gede Gilang Pratiwimba menyebut pihaknya sangat antusias karena kaum muda Hindu di Kota Yogyakarta mendapatkan ruang tersendiri dalam mengeksiskan kebudayaan yang dilakukan.

Pawai Ogoh-ogoh disebutnya bukan budaya baru di Yogyakarta, bahkan sejak era 90 an telah diselenggarakan.

“Ini momen yang menurut saya luar biasa. Kota menyadari pelaku budaya butuh ruang lebih. Ogoh-ogoh menjadi daya tarik wisata,” katanya.

“Misi ke depan adalah membawa pariwisata ke arah yang lebih baik nilai pluralisme city of tolerance luar biasa berkembang sebagai nilai asli otentik yang dimiliki Kota Yogyakarta itu sendiri,” imbuhnya. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page