
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Yogyakarta memfasilitasi Kerjasama lembaga pendidikan di bawah Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) bekerjasama dengan TNI AU Lanud Adi Sucipto menanamkan pendidikan karakter.
3 sekolah akan menjadi sasaran, diantaranya SD Muhammadiyah Purwodiningratan, SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 5 yang ada di dalam naungan Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan.
Program tersebut diharapkan menghasilkan output yang konkret untuk membantu program Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengatasi permasalah moral, sosial dan lingkungan dan mempertegas nilai moral yang ditanamkan oleh sekolah.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat menyampaikan kerjasama tersebut diharapkan dapat memanfaatkan potensi kewilayahan yang dimiliki.
“Kerjasama ini akan merambah ke SMA di satu perguruan Muhammadiyah di Purwodiningratan. Para siswa akan diberikan pelatihan dasar kepemimpinan dan kedisiplinan dari TNI AU dan Satpol PP,” katanya.
Program tersebut menjadi sarana menegakkan fatwa Muhammadiyah terkait larangan merokok. Program tersebut disebutnya mendapat dukungan langsung dari Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
“Permasalahan kontekstual yang pertama pendidikan karakter titipan Pak Wali Kota, kita tekankan adanya ada fatwa Muhammadiyah soal rokok, jelasnya.
“Kemudian pengolahan dan pemilahan sampah yang ini kita dikerjasamakan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PDM. Kemudian terkait ketahanan pangan penanaman pisang Cavendish di Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan,” katanya.
Octo menyampaikan MoU atau perjanjian kerjasama rencananya akan dilakukan pada 24 Agustus mendatang.
Satpol PP Sebelumnya telah memulai melakukan karakter di sekolah melalui program Praja Kota Yunior (Jatayu) di SD Muhammadiyah Kleco, Kotagede.
Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Perguruan Muhammdiyah Purwodiningratan Gintoro menjelaskan para siswa yang ada di perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan ke depan diharapkan bisa menjadi agen perubahan baik pelalui Program Jatayu.
“Ke depan outcomenya bisa inspirator bagi temanya-temanya melalui pelatihan yang diberikan. Adanya TNI-AU dapat memberikan bekal dasar yang kuat akan bagaimana mereka ke depan menjadi pemimpin yang bisa memeberikan harapan,” katanya.
Ia menyoroti bagaimana masalah sosial pada jenjang pendidikan dapat memberikan pengaruh dalam buruk bagi lingkungan. Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan yang mengelola berbagai jenjang pendidikan diharapkan bisa menjadi tauladan bagi sekolah lainya dalam memupuk kekeluarga para siswa antar jenjang.
“Bagaimanan nantinya tertib sosial kami slaglengkapai kita itu kompel outputnya itu bisa terjalin SD, SMP, SMA bisa menjadi sebuah keluarga, bisa saling menguatkan. Kalau sekarang ada tawuran dan klitih, program ini diharapkan bisa meminimalisir itu,” katanya.
Kepala Dirga Kadispot Lanud Adi Sucipto, Letkol Sony menjelaskan secara teknis pihaknya akan memebrikan pelatihan karakter dan bela negara.
“Kita memebrikan pelatihan sesuai perjanjian berupa pembinaan karkater bela negara dan pemdidikan kebangsaan. Tentu dalam membina yang usianya lebih muda, SD-SMP lebih mudah dibandingakan jika sudah dewasa, ketika dewasa dia sudah memahami” ujarnya. (Hadid Husaini)
