Pemkot Yogyakarta Bidik Wisata Berbasis Pengalaman dan Religi sebagai Daya Tarik Baru

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Yogyakarta
Wakil Wali Kota Yogyakarta wawan Harmawan. (Hadid Pangestu/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai mengarahkan pengembangan pariwisata tidak hanya pada infrastruktur dan fasilitas, tetapi juga pengalaman yang dirasakan wisatawan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menilai pengalaman unik tersebut menurutnya akan menjadi pembeda destinasi wisata di tengah persaingan daerah lain.

Menurutnya, kualitas pengalaman wisata perlu terus ditingkatkan agar sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pengunjung. Ia mencontohkan Gembira Loka yang kini menghadirkan konsep seperti taman safari dengan nilai edukasi lebih.

“Dengan tiket Rp75 ribu, wisatawan bukan hanya jalan-jalan, tapi juga mendapatkan sesuatu yang berbeda,” jelasnya.

Tak hanya itu, Wawan melihat potensi besar dalam mengemas kegiatan bernuansa religi. Tradisi perayaan hari besar keagamaan, seperti Waisak maupun acara serupa ogoh-ogoh di Bali, dinilai bisa menjadi kekuatan baru pariwisata Kota Pelajar.

“Kalau dikemas dengan baik, wisata religi akan menambah daya tarik kota ini,” katanya.

Pariwisata Yogyakarta

Ketua Gerakan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto, menambahkan, tantangan pariwisata Kota Gudeg ini saat ini adalah belum terbentuknya ekosistem yang tersegmentasi.

Akibatnya, arus kunjungan sering tidak berujung pada perputaran ekonomi yang signifikan.

“Malioboro memang ramai, tapi perputaran uang kecil karena wisatawan datang tanpa tujuan jelas. Segmentasi wisata harus dibangun agar lebih terarah,” ujarnya.

Bobby menekankan perlunya keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk menata ekosistem wisata agar Kota Wisata ini mampu menawarkan pengalaman yang lebih kaya dan beragam bagi wisatawan. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page