Pemkot Yogyakarta Bangun Laboratorium Pengolahan Pupuk Organik, Olah Sampah Jadi Bernilai

Avatar of Jurnalis: Ahmad
pupuk organik
Proses pembangunan Laboratorium Pengolahan Sampah Organik, Kamis (2/10/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan melakukan percepatan dalam membangun Laboratorium Pupuk Organik di area persawahan Kampung Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Program tersebut juga melibatkan petani milenial untuk turut serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kompetensi yang dimiliki.

Selaku pendamping, salah satu penyuluh pertanian di Kota Yogyakarta Eka Yulianta menyampaikan pengolahan pupuk tersebut akan memanfaatkan biowell.

“Ini semacam biopori, tapi konsepnya berbeda,  karena ini dipengaruhi bioaktivator yang kita bikin sendiri dan memang tidak ada di pasar (tidak dijual),” katanya saat diwawancarai wartawan  Kamis (2/10/2025).

Disebutnya, hasil dari pengolahan biowell dapat memiliki kadar NPK hingga diatas 14 persen.
Di lokasi tersebut juga akan dibuat alat budidaya cacing maggot dengan nilai ekonomis tinggi.

“InsyaAllah kalau sudah tertata bisa mengurangi produksi sampah sampai 140 ton. Jadi kalau seumpama di Piyungan itu ditutup, kita sudah bisa bisa menolong banyak sampah yang ada,” katanya.

Olah Sampah Jadi Pupuk

“Karena semuanya akan menjadi pupuk dan akan dijual, artinya tanah pertanian yang sebelumnya produktif (untuk sawah) pada tahun kedua itu bisa kembali memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah ke Pemerintah Kota Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi B Kota Yogyakarta Krisnadi Setiyawan menyampaikan pihaknya turut serta dalam melakukan fungsi pengawasan dalam penyelenggaraan Laboratorium Pengolahan Pupuk Organik.

Ia menyampaikan, bahan yang akan diolah berasal dari sampah sisa dapur dan penghijauan dari masyarakat. Ia berharap agar pengembangan lokasi tersebut dapat mengurangi masalah lingkungan di masyarakat.

“Terutama di Kampung Bener sama Sidomulyo banyak juga warga yang saya wakili disini.  Kami telah berkomunikasi bagaimana pengolahan pupuk organik terkait manfaatnya,” katanya.

“Jangan sampai nantinya punya dampak negatif. ini yang saya tekankan kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta agar dalam menentukan teknologi pengolahan harapan saya tidak menimbulkan pemandangan kurang sedap dan berdampak sosial secara negatif,” imbuhnya.

Pupuk Organik

Komandan Kodim 0734 Yogyakarta Letkol Inf Arif Setiyono menyampaikan bahwa adanya Laboratorium Pengolahan Pupuk Organik diharapkan bisa mewujudkan ketahanan pangan.

“Pada prinsipnya, kita di sini selaku TNI bersama petani milenial di Kota Yogyakarta berkolaborasi ketahanan pangan seperti yang digunakan bapak presiden,” katanya.

Adanya laboratorium tersebut dapat membantu Pemkot Yogyakarta untuk menyelesaikan persoalan sampah bersumber dari rumah.

Terkait permasalah sosial yang berpotensi muncul akibat bau yang ditimbulkan, Arif menilai bahwa hal itu diyakininya sudah diantisipasi oleh Dinas Pertanian.

“Kami yakin sudah ada langkah antisipasi dari Dinas Pertanian, bagaimana ketika sampah sampai sini tidak menimbulkan bau, pasti sudah diperhitungkan dengan matang,” katanya. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page