Pemkot Surabaya Luncurkan SITALAS, Sistem Cerdas Pendukung Kebijakan Ramah Anak

Avatar of Jurnalis: Husni
Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menyapa anak anak di sekolah implementasi Pemkot Surabaya ramah anak. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com  – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat inj tengah mengembangkan Sistem Informasi Kota Layak Anak Surabaya (Sitalas). Sitalas merupakan platform digital yang mengintegrasikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi kebijakan responsif anak di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengembangan Sitalas ini merupakan wujud komitmennya untuk mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak Paripurna dan Child Friendly Cities Initiative (CFCI) UNICEF.

“Melalui Sitalas, seluruh data terkait anak, mulai dari hak dasar, kesehatan, pendidikan, perlindungan, hingga partisipasi anak dalam pembangunan,” jelas Eri, Senin (13/10/2025).

Keputusan Pemkot Surabaya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menuturkan platform ini juga memungkinkan Pemkot Surabaya untuk mengambil keputusan berbasis bukti evidence-based policy making untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak.

“Dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI), Sitalas juga mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang adaptif dan prediktif, membantu pemerintah dalam mengidentifikasi permasalahan secara dini dan merumuskan solusi yang tepat serta terukur,” tambahnya.

Dalam proses pengambilan keputusan data yang dikelola dalam Sitalas terdiri dari dua jenis, yaitu data kuantitatif dan kualitatif.

Yang pertama yakni data kuantitatif, di dalamnya mencakup berbagai indikator numerik yang menggambarkan capaian program dan kegiatan Kota Layak Anak (KLA) dan Child Friendly Cities Initiative (CFCI) di Kota Surabaya.

“Jenis data ini berfungsi memberikan gambaran objektif, terukur, dan terstandar mengenai kondisi anak-anak, sekaligus menjadi dasar dalam melakukan analisis capaian dan evaluasi,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page