Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88 Edukasi Anak Bijak di Dunia Digital

Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88 Edukasi Anak Bijak di Dunia Digital
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh saat menggelar konferensi pers. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com  – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri memberikan edukasi kepada anak anak agar lebih bijak berselancar di dunia digital.

Di era serba modern seperti saat ini banyak anak anak yang sudah akrab dengan dunia digital. Oleh sebab itu perlunya pendampingan dari orang tua maupun sekolah agar anak anak dapat memanfaatkan dunia digital dengan bijak dan cerdas.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan sekolah memiliki peran vital dalam membangun karakter dan literasi digital anak-anak. Guru tidak hanya bertanggung jawab pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral anak.

“Anak-anak ini kan harus kita siapkan di masa depan. Agamanya, karakternya, akademisnya, talenta, minat bakatnya,” kata Yusuf, Senin (13/10/2025).

Sebagai pengajar guru juga harus beradaptasi dan berkreasi dalam memberikan pembelajaran, khususnya dengan memanfaatkan dunia digital agar relevan dan mudah dipahami oleh anak. Yusuf menekankan pentingnya pola pendampingan dibanding larangan dalam penggunaan gawai.

“Anak itu jangan dilarang, tapi diarahkan dan didampingi. Soalnya nanti pasti itu ada untung rugi kalau anak ketinggalan era ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya

Salah satu solusi untuk melakukan pendampingan adalah dengan menerapkan pengaturan waktu kepada anak anak. Selain waktu, guru juga diminta mampu mendeteksi perubahan perilaku siswa yang berpotensi terpapar ideologi ekstrem.

“Guru-guru itu juga harus dibekali kemampuan untuk melihat, mendeteksi tanda-tanda radikalisme di lingkungan sekolah,” paparnya.

Keseimbangan antara pendidikan di rumah dan sekolah harus dibangun agar anak tidak hanya mengenal dunia luar, tetapi juga memahami lingkungan sekitarnya. Guru dan orang tua harus bekerja sama dalam membentuk generasi yang tangguh menghadapi era digital.

“Orang tua, teman-teman guru mohon doa support-nya, sinergi terus untuk anak-anak. Jangan pernah lelah terus dampingi anak-anak,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page