Pemkot Semarang Uji Ketangguhan Bus Listrik di Medan Berbukit, Revitalisasi Drainase Jadi Kunci

Avatar of Redaksi
Bus Listrik
Bus listrik Trans Semarang saat uji coba di Koridor 1 Mangkang–Penggaron (Ryo/kabarterdepan)

Semarang, KabarTerdepan.com – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan langkah besar dalam transformasi transportasi publik berbasis ramah lingkungan.

Melalui Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, operasional bus listrik akan dimasifkan secara bertahap. Namun, sebelum diperluas, uji coba kemampuan kendaraan listrik di berbagai karakter wilayah Kota Semarang menjadi perhatian utama.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan bahwa saat ini uji coba masih difokuskan di jalur datar atau flat, yakni Koridor 1 trayek Mangkang–Penggaron yang sebagian besar berada di wilayah bawah kota.

“Kota Semarang ini wilayahnya ada lembah dan bukit. Maka kami pilih jalur yang flat dulu untuk uji coba. Tapi memang kami niatkan untuk mengurangi emisi gas buang dengan memasifkan operasional bus listrik,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Secara geografis, Semarang dikenal sebagai kota dengan kontur unik: wilayah bawah relatif datar dan rawan banjir, sedangkan wilayah atas didominasi perbukitan dengan tanjakan cukup curam. Sejak lama, tantangan topografi ini memengaruhi sistem transportasi dan tata kelola infrastruktur kota.

Program Trans Semarang Bus Listrik

Program Trans Semarang sendiri telah beroperasi sejak 2009 dan menjadi tulang punggung mobilitas warga. Kini, peralihan menuju armada listrik menjadi bagian dari agenda pengurangan emisi karbon dan modernisasi layanan publik.

Namun, pengoperasian bus listrik di kota dengan elevasi bervariasi membutuhkan pengujian teknis matang, terutama terkait daya tahan baterai, kemampuan menanjak, dan sistem pengereman di turunan panjang.

Selain persoalan medan, aspek desain kendaraan juga menjadi pertimbangan serius. Bus listrik yang ramah disabilitas umumnya menggunakan model low deck dengan tinggi lantai sekitar 30 sentimeter dari permukaan jalan agar mudah diakses pengguna kursi roda.

Di sisi lain, wilayah bawah Semarang kerap mengalami genangan saat curah hujan tinggi. Penggunaan low deck berisiko terdampak air jika melintasi titik banjir.

“Ada usulan menggunakan high deck supaya aman saat banjir, tapi itu tidak ramah disabilitas. Kami tetap berkomitmen pada standar inklusif,” jelas Agustina.

WhatsApp Image 2026 03 04 at 9.54.06 AM

Komitmen tersebut sejalan dengan prinsip transportasi publik inklusif yang menempatkan aksesibilitas sebagai prioritas.

Untuk mendukung kelancaran operasional bus listrik, Pemkot Semarang menyiapkan revitalisasi saluran drainase di sejumlah titik rawan genangan.

Beberapa kawasan yang disebut sering mengalami genangan cukup lama antara lain Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Ahmad Dahlan.

Revitalisasi akan difokuskan di jalur yang beririsan dengan rute utama Trans Semarang, dari Mangkang hingga Pedurungan.

“Kalau ada genangan, kami akan perbaiki salurannya. Targetnya, kawasan Simpang Lima tahun ini bisa kita kendalikan. Sepanjang Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, Gajahmada juga kita bereskan,” kata Agustina.

Ia mengakui proses pembenahan drainase berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat, terutama jika terdapat bangunan permanen di atas saluran. Namun, langkah tersebut dinilai perlu demi pengendalian banjir jangka panjang.

Pengembangan bus listrik merupakan bagian dari komitmen pengurangan emisi gas buang sektor transportasi. Kendaraan listrik dinilai mampu menekan polusi udara dan kebisingan, sekaligus meningkatkan citra kota ramah lingkungan.

Pengamat transportasi perkotaan menilai keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk sistem pengisian daya, manajemen lalu lintas, dan pengendalian banjir.

Hingga kini, Pemkot Semarang menyatakan uji coba masih dalam tahap evaluasi teknis dan belum memasuki fase ekspansi penuh ke seluruh koridor.

“Kami optimistis jika drainase terkendali, bus listrik bisa beroperasi lancar dan menjadi kebanggaan warga,” pungkasnya. (Ryo)

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page