Pemkot Semarang Apresiasi ‘Garpu Perak’ Untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Avatar of Redaksi
IMG 20240807 WA0105
Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam forum penguatan jejaring untuk pencegahan kekerasan perempuan dan anak. (Ahmad Ali/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Salah satu upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, adalah memperkuat peran laki-laki.

Oleh sebab itu Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengapresiasi kolaborasi keterlibatan laki-laki melalui Forum Gerakan Pria Peduli Perempuan dan Anak (Garpu Perak.

Demikian diungkapkan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balai Kota Semarang, Rabu (7/8/2024).

“Seperti yang saya katakan kemarin gerakan ini sangat luar biasa, karena Garpu Perak juga berkolaborasi dengan Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan (LPMK) se-Kota Semarang,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Sebagaimana dilansir media, penguatan jejaring untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, di Hotel Grasia Semarang, Selasa (6/8/2024).

“Jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, bapak-bapak bisa bertindak cepat dan komprehensif,” katanya.

Menurut data DP3A Kota Semarang, lanjutnya, pada 2023 telah menerima aduan 227 kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Salah satu penyebab terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah persoalan ekonomi,” ujarnya.

Mbak Ita menegaskan, Pemkot Semarang melalui berbagai dinas terkait harus siap memberikan dukungan komprehensif, seperti pelatihan kerja bagi perempuan korban KDRT, pemberdayaan ekonomi bagi para ibu.

“Organisasi perangkat daerah (OPD) juga bergerak mendukung kesejahteraan keluarga yang terdampak melalui berbagai program, seperti pertanian perkotaan maupun pengembangan UMKM,” terangnya.

Wali Kota mengharapkan perlunya keterlibatan dan kolaborasi yang lebih luas, termasuk mendorong agar perempuan berani mengungkapkan kekerasan yang dialaminya.

“Kita minta DP3A bersama Garpu Perak berkolaborasi dengan dinas-dinas lain, termasuk kecamatan dan kelurahan. Dengan begitu, masalah kekerasan perempuan dan anak di wilayah ini bisa tertangani dengan baik, dan yang terpenting, bisa dicegah agar tidak terjadi,” katanya.

Forum Garpu Perak yang dibentuk berdasarkan Keputusan Wali kota Semarang Nomor 463/1173 Tahun 2023, merupakan tindak lanjut dari inisiatif serupa di Provinsi Jateng.

Melalui inisiatif tersebut, Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya kesadaran dan perubahan perilaku di kalangan pria agar kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat diminimalisasi sehingga kualitas hidup mereka semakin meningkat.

Sementara itu, Ketua LPMK kota Semarang Achmad Fuad mendukung dan menyambut baik adanya keterlibatan kaum pria dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Garpu Perak.

“Memang perlu untuk melibatkan laki-laki dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Ia mengatakan laki-laki sebagai kepala keluarga harus memiliki kesadaran akan pentingnya keharmonisan keluarga.

“Perlunya penyadaran laki-laki untuk niat berkeluarga semata-mata karena Allah SWT. Kasus yang terjadi sekarang ini lebih banyak perempuan yang menjadi korban, sehingga perlu adanya edukasi bagi laki-laki,” pungkasnya. (Ahmad)

Responsive Images

You cannot copy content of this page