Pemkot Mojokerto Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, Ning Ita Pastikan Perhatian Serius untuk ODGJ

Avatar of Lintang
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sebuah acara monitoring dan evaluasi (monev) kader kesehatan. (Kominfo Kota Mojokerto)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sebuah acara monitoring dan evaluasi (monev) kader kesehatan. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh warganya, termasuk bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sebuah acara monitoring dan evaluasi (monev) kader kesehatan yang diadakan di Aula Kelurahan Purwotengah, Jumat (29/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Ika Puspitasari menekankan bahwa penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah salah satu prioritas utama pemerintah kota.

“Beberapa waktu lalu, Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan agar tidak ada lagi ODGJ yang dipasung. Di Kota Mojokerto, praktik pemasungan sudah tidak ada. Pemerintah hadir melalui kader kesehatan untuk memastikan ODGJ mendapat pendampingan dan pengobatan,” terangnya.

Ning Ita sapaan akrab wali kota menambahkan, kondisi di perkotaan berbeda dengan wilayah pedesaan. Jika di desa penanganan ODGJ lebih banyak menjadi tanggung jawab keluarga, di kota peran pemerintah lebih nyata melalui alokasi anggaran, rumah peduli lansia, serta relawan yang disiapkan untuk perawatan.

Ia mencontohkan penanganan beberapa kasus ODGJ terlantar yang akhirnya dirawat di fasilitas Pemkot Mojokerto meskipun regulasi sebenarnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Bagi kami, yang terpenting adalah aspek kemanusiaan. Selama itu warga Kota Mojokerto, meskipun keluarganya menolak merawat, pemerintah tetap hadir memberi pertolongan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya peran kader jiwa dalam melakukan pendekatan kepada keluarga pasien yang belum rutin berobat.

“Tolong setiap kader juga bersama petugas puskesmas aktif mendatangi keluarga ODGJ, memastikan mereka mendapatkan dan memberikan edukasi kepada keluarga,” pesannya.

Dengan keterbatasan jumlah dokter spesialis jiwa di Indonesia, Pemkot Mojokerto tetap berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan puskesmas, rumah sakit, serta lembaga sosial agar penanganan kesehatan jiwa lebih optimal.

“Kesehatan jiwa adalah bagian penting dari kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Mojokerto akan terus hadir, memastikan tidak ada warga yang terlantar, baik karena usia lanjut maupun gangguan jiwa,” pungkas Wali Kota Ika. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page