Pemkot Mojokerto Pastikan Kesejahteraan Kelompok Rentan, Disabilitas dan Lansia

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 12 28 at 9.27.57 AM
PJ Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat menyerahkan bantun bagi lansia. (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus berkomitmen memastikan pemenuhan hak dan peningkatan kesejahteraan kelompok rentan. Melalui berbagai program yang mencakup bantuan sosial (bansos), pengembangan ekonomi, perlindungan disabilitas, hingga upaya penanggulangan bencana, Pemkot Mojokerto berupaya menciptakan kota yang inklusif.

Melalui kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan, Pemkot Mojokerto memastikan hak dan kesejahteraan kelompok rentan terpenuhi. Langkah ini menjadi salah satu strategi menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera.

“Kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus agar mereka dapat hidup layak dan memperoleh akses terhadap layanan publik yang memadai. Kami (Pemkot Mojokerto) hadir melalui berbagai program nyata untuk menjawab kebutuhan ini,” ungkapnya, Jumat (27/12/2024).

Bantuan Sosial untuk Masyarakat Prasejahtera

Salah satu upaya membantu kelompok rentan adalah melalui penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari APBD. Bantuan ini tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga mencakup program subsidi pangan. Pada tahun 2024, Pemkot Mojokerto telah menyalurkan bansos kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM).

Diantaranya adalah Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT APBD) kepada 3.500 KPM, Bantuan Langsung Tunai Buruh Rokok dan Masyarakat Lainnya kepada 129 jiwa, serta Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 3.334 KK.

Terbukti, persentase penduduk miskin Kota Mojokerto terus turun dari tahun ke tahun, pada tahun 2021 angka kemiskinan di Kota Mojokerto tercatat sebesar 6,39, turun menjadi 5,98 di tahun 2022, kembali turun menjadi 5,77 pada tahun 2023, dan terus turun menjadi 5,57 di tahun 2024.

Pengembangan Ekonomi Inklusif

Untuk meningkatkan kemandirian kelompok rentan, Pemkot Mojokerto juga menggalakkan program pengembangan ekonomi inklusif. Program ini mencakup bantuan kepada 417 tukang becak, serta Bantuan Modal Usaha Ekonomi Produktif kepada 92 Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Tujuannya adalah mendorong masyarakat mandiri secara ekonomi sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah.

Perlindungan Disabilitas, Perempuan dan Anak

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA), Pemkot Mojokerto terus memperbaiki fasilitas umum agar semakin ramah disabilitas dan anak. Pada tahun 2024, Pemkot Mojokerto telah memberikan Bantuan Sosial Disabilitas Kurang Mampu kepada 325 jiwa, Bantuan Sosial Lansia Kurang Mampu kepada 1.031 jiwa, Bantuan Sosial Anak Yatim Kurang Mampu kepada 340 anak, serta Penyediaan Alat Bantu Mobilitas bagi Disabilitas dan Penyintas Trauma Kurang Mampu kepada 32 jiwa. Selain itu, Unit Pelaksana Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPPA) terus diperkuat untuk menangani kasus kekerasan serta memberikan pendampingan bagi korban.

“Tahun ini, Alhamdulillah, di Kota Mojokerto terdapat satu sekolah yang menerima penghargaan Standarisasi Sekolah Ramah Anak (SRA), yaitu SDN Kranggan 1. Selain itu, tiga perpustakaan telah memenuhi Standarisasi Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) dari KemenPPPA, yakni RTH Alun-Alun, Perpustakaan SMPN 2, dan Perpustakaan SMPN 4. Kami juga telah membentuk UPTD PPPA,” jelas Mas Pj, sapaan akrab Ali Kuncoro.

Perlindungan Bencana

Pemkot Mojokerto juga memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi korban bencana, seperti banjir. Pada tahun 2024, Pemkot Mojokerto telah memberikan penyediaan makanan untuk 55.843 jiwa dan penyediaan sandang untuk 8 keluarga.

Pemkot juga rutin melaksanakan pelatihan mitigasi bencana. Fokus pelatihan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyelamatan diri dan penanganan pertama saat bencana terjadi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

Melalui berbagai langkah strategis ini, Pemkot Mojokerto tidak hanya berupaya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Dengan komitmen kuat, Mojokerto siap menjadi kota yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok masyarakat. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page