Pemkab Sleman Pastikan Rehabilitasi SDN Kledokan Mulai Akhir Mei

Avatar of Redaksi
IMG 20250517 WA0003
Jumpa pers tindak lanjut rehabilitasi SDN Kledokan yang atapnya ambruk di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Jumat (17/5/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com) 

Sleman, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten Sleman akan memulai rehabilitasi SDN Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY pada 28 Mei 2025 mendatang.

Perbaikan tersebut dilakukan usai atap salah satu kelas di sekolah tersebut ambruk usai diterpa angin dan hujan pada 4 Mei lalu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi menyebut penyebab utama runtuhnya atap SDN Kledokan diakibatkan oleh serangan rayap.

“Saya juga naik langsung dan saya pegang memang krepeknya (retakan) disebabkan rayap,” katanya dalam jumpa pers tindak lanjut penanganan di Disdik Sleman, Beran, Tridadi, Sleman, DIY, Jumat (16/5/2025).

Sementara ini, pihaknya juga meminta agar dilakukan penyesuaian kepada sekolah untuk proses belajar-mengajar tetap dilaksanakan dengan sejumlah penyesuaian.

Untuk rehabilitasi, Mustadi menyampaikan pelaksanaanya akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman.

Mustadi berharap ada solusi cepat yang bisa diberikan apabila menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terutama pendidikan bagi anak-anak, melalui koordinasi dengan stakeholder terkait.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Zaini Anwar menyebut pelaksanaan rehabilitasi SDN Kledokan baru bisa dimulai pada 28 Mei mengingat saat ini pihaknya masih terus melakukan perencanaan.

Adapun anggaran yang digunakan berasal dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
“Untuk fisik kami mendapat anggaran dari BKAD sebesar Rp350 juta. Insya Allah cukup untuk perbaikan ruang-ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah dan 1 ruang guru,” katanya.

Dirinya menyebut perbaikan nantinya sebagian besar akan dilakukan pada bagian atap, rangka atas, dan plafon.

“Setelah selesainya proses perencanaan sampai nanti Insyaallah tanggal 28 Mei, kami akan mulai bekerja dan sebisa mungkin cepat selesai dan bisa digunakan anak-anak belajar,”ujarnya.

Sekretaris Disdik Sleman Sri Adi Marsanto menyampaikan terdapat kriteria masalah yang berbeda yang dihadapi sekolah yang berada di Sleman wilayah atas dan bawah.

“SDN Kledokan itu (Kapanewon Depok) masalah utama rangka atap karena diserang rayap sebagaimana di Kapanewon Depok dan Ngemplak untuk  atas itu musuhnya lembab,” ujarnya.

Pihaknya selama ini telah berupaya mengantisipasi kerusakan pada bagian kerangka atas sekolah dengan mengganti bahan dari kayu ke baja ringan.

“Untuk plafon kami tidak lagi menggunakan gypsum untuk daerah lembab, tapi menggunakan PVC sebagai bentuk antisipasi,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan antisipasi dengan selalu meminta kepada satuan pendidikan baik negeri maupun swasta melalui diterbitkannya Surat Edaran (SE) untuk selalu mengupdate kondisi sarana dan prasarana yang ada melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Setiap tahun pihaknya juga telah membuat SE terkait larangan pemanfaatan ruang kelas yang membahayakan agar tidak digunakan sebagai tempat belajar – mengajar.

Ia menyampaikan bahwa untuk pelaksanaannya, perbaikan akan dilakukan melalui skala prioritas mengingat jumlah anggaran yang terbatas sementara jumlah sekolah yang perlu perbaikan cukup banyak. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page