Pemkab Sleman Coret Sejumlah Penerima Bansos karena Terkait Judi Online

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo Ari Saptoto menegaskan pencabutan bansos karena judi online. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo Ari Saptoto menegaskan pencabutan bansos karena judi online. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencoret sejumlah warga dari daftar penerima bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) setelah ditemukan penyalahgunaan bantuan, termasuk untuk aktivitas judi online (judol) oleh anggota keluarga penerima.

Pasalnya, dilaporkan sebelumnya Dinsos DIY ditemukan indikasi penggunaan bansos untuk judi online sebanyak 7 ribu penerima di DIY.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, mengungkapkan bahwa salah satu kasus terjadi ketika dana bantuan milik seorang lansia dipakai cucunya untuk bermain game online.

“Penerimanya sendiri tidak terlibat, namun bantuannya digunakan cucunya untuk game online,” jelas Ari, Kamis (30/10/2025).

Keluarga Terlibat Judi Online

Dinsos Sleman juga mendapati kasus pencabutan bansos bagi pasangan yang sebelum menikah tercatat pernah terlibat judi online.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sarastomo Ari Saptoto menegaskan pencabutan bansos karena judi online. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Ari menambahkan pihaknya tidak memiliki daftar detail terkait jumlah penerima yang terkena sanksi, karena temuan baru diketahui saat melakukan pengecekan terhadap keluhan bantuan tidak cair.

Menurutnya, keterangan mengenai status penerima dapat diketahui melalui pengecekan data menggunakan NIK atau kartu keluarga, yang akan menampilkan status pengecualian dari program.

Meski demikian, Dinsos masih membuka peluang bagi penerima yang dicabut haknya untuk kembali masuk program, namun harus melalui rangkaian verifikasi ketat oleh kelurahan.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, menegaskan pentingnya penyaluran bantuan tepat sasaran dan penggunaannya untuk kebutuhan utama keluarga.

“Bansos diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar warga, dan bila dimungkinkan dapat menjadi modal usaha kecil agar ekonomi keluarga meningkat,” ujarnya.(Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page